Yogyakarta Ditunjuk Sebagai Ibu Kota Kebudayaan ASEAN



Sebarkan :


Views: 50

Yogyakarta- Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan menunjuk Yogyakarta sebagai ibukota kebudayaan ASEAN atau City of Culture ASEAN untuk periode 2018-2019.

Hal ini diungkapkan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid usai bertemu Gubernur DIY di Gedhong Wilis, Kepatihan Yogyakarta pada Senin (28/05/2018).

Hilman menuturkan penunjukan ini sebagai bagian tradisi di mana setiap tahun digelar pertemuan tingkat menteri negara negara Asean. Secara bergilir negara yang menjadi tuan rumah selama periode dua tahun wajib menunjuk ibukota kebudayaan di wilayahnya.

Hilman menyampaikan, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mendukung rencana ini. Bagi Kemedikbud sendiri pengusulan Yogyakarta pun sudah bulat. Pertimbangannya, karena Yogyakarta memiliki sejarah untuk waktu yang sangat lama. Apalagi Yogyakarta juga menjadi kota dengan tingkat kepadatan kebudayaan yang tertinggi di Indonesia.

Farid menambahkan,dipilihnya Yogyakarta tidak terlepas dari sejarah dan potensi yang dimiliki kota ini.

"Sejarah Yogyakarta dengan tingkat kepadatan intelektual dan kebudayaan yang tertinggi di Indonesia, bahkan dalam satu tahun bisa lebih dari 100 festival budaya digelar di Yogyakarta, maka logis jika Yogyakarta dipilih," ujarnya.

Tak hanya menjadi 'City of Culture', Kementerian Kebudayaan juga akan mendirikan Akademi Komunitas, yaitu sebuah wadah bagi masyarakat yang inign belajar menulis, baik fiksi, kreatif, ataupun sejarah dan lain-lain.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Budi Wibowo mengungkapkan, selain akan ditetapkan sebagai Kota Kebudayaan Asean, Yogyakarta juga sedang berjuang untuk bisa menjadi kota warisan dunia.

"Ini sedang diperjuangkan di Kementerian Pendidikan dan nanti Kementerian Koordinator PMK yang akan mengoreksi bersama-sama," ujarnya.

Tags: