​Yakini Teknologi Indonesia Bisa Saingi Tiongkok



Sebarkan :


Views: 72

Surabaya-Penguasaan teknologi di Indonesia dinilai mampu saingi Negeri Tirai Bambu, Tiongkok. Hal itu disampaikan Dr Ir Jumain Appe, Msi kepada 859 orang mahasiswa PENS dalam acara pengukuhan mahasiswa baru tahun ajaran 2017/ 2018 di Lapangan Merah Kampus PENS, Rabu (30/8/2017)

“Teknologi yang dipamerkan hari ini sudah cukup maju, bisa kalahkan Cina (Tiongkok, red). Tinggal bagaimana produk yang mereka (mahasiswa, red.) ciptakan ini bisa dipasarkan,” kata Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi ini usai melihat pameran karya mahasiswa PENS.

Mengenai pendidikan politeknik di Indonesia juga tidak kalah kualitasnya dengan politeknik di luar. Adanya teaching factory yang sudah dikembangkan di beberapa perguruan tinggi membantu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Mahasiswa politeknik harus memiliki potensi yang baik, siap bekerja atau menciptakan lapangan pekerjaan sehingga kemampuan SDM yang dimiliki ini bisa bersaing di luar,” kata Jumain.

Senada, Direktur PENS Dr Zainal Arief juga mengemukakan hal yang sama. “PENS pun melakukan beberapa perubahan kurikulum menyesuaikan dengan kebutuhan industri. Sehingga lulusan kami diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar, di luar berwirausaha,” terangnya.

Menyampaikan materi bertema Peran Politeknik dalam Implementasi Sistem Inovasi Nasional dan Daerah Guna Meningkatkan Daya Saing Bangsa, Jumain pun berpesan agar ke depannya harus dicarikan solusi kerjasama dengan industri dan pasar.

“Semoga ke depan kami bisa membantu pembiayaan riset dan teknologi. Agar bisa melakukan produksi lebih lanjut dan trial production atau uji coba di pasar,” tambahnya.

Misalnya, lanjut dia, alat kontrol pada pasien di rumah sakit. Menyiapkan testimoni pasien dan pemakai dan bisa memproduksi. “Jika sudah baik, bisa coba diperbanyak dalam skala besar untuk dipergunakan di rumah sakit, terutama rumah sakit pendidikan kita,imbuhnya.

Ia juga berpesan pada mahasiswa untuk senantiasa melakukan riset dan mengembangkan produknya. “Karena teknologi ini tidak akan pernah mati,” katanya. 

Tags: