Viktor Laiskodat: Jangan Pilih Pemimpin yang Korup



Sebarkan :


Views: 93

Timor Tengah Selatan - Calon Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta masyarakat NTT untuk cermat memilih calon pemimpin lima tahun ke depan, dengan tidak memilih pemimpin yang korup. Hal tersebut disampaikan Viktor Bungtilu Laiskodat saat kampanye terbatas di Desa Oe Ekam, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kamis (1/3).

Menurut Viktor, tingkat korupsi di NTT sudah sangat memprihatinkan. Bayangkan saja, katanya, NTT saat ini berada di posisi lima besar daerah dengan tingkat korupsi tertinggi di Indonesia. Padahal, dalam waktu yang bersamaaan NTT sendiri berada di posisi tiga besar daerah termiskin di Indonesia.

“Ini memang ironi sekali. Karena itu, masyarakat harus bisa memilih pemimpin yang tidak rakus dan mencuri uang rakyat. Pemimpin itu bukan harus kaya tetapi dia harus cukup dengan dirinya sendiri sehingga dia tidak tergoda untuk mencuri uang rakyat, sehingga dia bisa fokus mengurus rakyat,” tandasnya.

Karena itu, ia berjanji jika rakyat NTT memberikan mandat kepadanya dan calon wakil gubernur Josef A Nae Soi memimpin NTT lima tahun ke depan maka mereka akan membangun pemerintahan yang bersih dan tidak melakukan korupsi.

“Kalau pemimpin itu rakus dan jalan dengan mata tertutup maka dia akan tabrak sana sini dan akhirnya masuk ke jurang. Mengapa rakyat NTT sampai saat ini masih menderita, karena pemimpinnya mata hatinya tertutup. Banyak orang pintar di daerah ini tetapi tidak mampu menahan diri dari godaan korupsi,” tegasnya.

Levih lanjut Viktor menegaskan, korupsi bukan hanya sekadar melekat di mulut saja, tetapi harus benar-benar mampu diaplikasikan dengan cara menahan diri dan menempatkan rakyat pada setiap pemikiran. Dengan demikian, tidak ada celah untuk melakukan hal yang tidak benar.

Dalam kesempatan tersebut, Viktor juga menegakan bahwa salah satu yang membuat NTT tertinggal dibanding dengan daerah lain adalah karena pemimpin di daerah ini belum memiliki grand designpengembangan sumber daya manusia secara baik.
Vitor mengatakan, sumber ilmu itu ada dua yakni dari baca buku dan dari guru. Sayangnya, hari ini kedua-duanya tidak dimiliki oleh rakyat NTT. “Buku dan guru untuk para siwa sangat minim. Kalau sumber pengetahuan saja minim bagaimana rakyat NTT bisa maju,” ujarnya.

Karena itu, ia dan Josef Nae Soi jika terpilih nanti akan memperkuat sektor pendidikan dengan menambah guru-guru dan perpustakaan di setiap sekolah. Selain itu, ia akan mewajibkan setiap anak usia sekolah di NTT untuk membaca buku setiap hari minimal dua jam.

Ini akan menjadi komitmen bersama antara masyarakat dan pemerintah sehingga sama-sama punya kewajiban dan hak untuk menjaga dan melaksanakan program ini.

“Kita harus didik generasi muda NTT menjadi generasi yang pintar karena tanpa pendidikan dan pengetahuan yang baik, maka seorang anak akan sulit mendapatkan masa depan yang baik. Karena itu, kita harus bangkit dan menyiapkan generasi muda NTT meraih masa depan mereka yang lebih baik dengan pendidikan” paparnya.

Untuk itu, tuturnya, pemerintah akan menyiapkan buku dan guru, sedangkan masyarakat bertugas mengawasi anak-anaknya untuk membaca buka setiap hari. Selain itu, pemerintah juga akan membangun berbagai balai latihan kerja untuk mereka yang putus sekolah sehingga mereka bisa dididik dan memiliki keahlian sesuai kemampuan mereka dan kebutuhan pasar.

“Kalau buku dan guru kurang di setiap sekolah silakan datang ramai-ramai menuntut gubernur. Maki-maki gubernur pun tidak masalah, jika buku dan guru tidak kami penuhi. Itu komitmen kami untuk membawa anak muda NTT berdiri sejajar dengan daerah lain,” tandasnya.

Sumber: BeritaSatu.com

Tags:

#NTT