UIN SuKa Larang Mahasiswinya Bercadar



Sebarkan :


Views: 55

Yogyakarta- Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (SuKa), Yogyakarta, melarang mahasiswinya untuk mengenakan cadar di dalam kampus. Pihak UIN Kalijaga juga akan meminta mahasiswinya untuk pindah kampus bagi yang tidak mau melepas cadar saat beraktivitas di kampus yang mengusung Islam moderat ini.

Surat Edaran Nomor B-1301/Un.02/R/AK.00.3/02/2018 perihal Pembinaan Mahasiswa Bercadar telah ditangani Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yudian Wahyudi.

Yudian mengatakan pelarangan penggunaan cadar di kampus sudah melewati pertimbangan matang dengan menitikberatkan posisi UIN sebagai kampus pemerintah. Menurutnya pelarangan tersebut juga dibuat untuk mengantisipasi agar mahasiswa UIN SuKa tak tersesat dalam ideologi yang bertentangan dengan NKRI.

“Penelitian kami mahasiswi bercadar cenderung mengisoliasi diri dengan memutus hubungan dengan orang tua, meninggalkan komunitasnya dan membentuk komunitas baru tertutup. Kami tidak ingin hal tersebut terjadi di UIN SuKa, karena itu pihak kampus mengeluarkan larangan,” ungkapnya, Senin (5/03/2018)

Pihak kampus telah melakukan pendataan jumlah mahasiswi yang mengunakan cadar. Sebanyak 41 mahasiswi yang memakai cadar dalam proses belajar mengajar di kampus akan dilakukan pembinaan.

"Pembinaan dalam bentuk konseling itu dilakukan agar mahasiswi bersangkutan tidak lagi memakai cadar untuk kepentingan ideologi atau aliran tertentu," ujar Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Yudian Wahyudi di Yogyakarta.

Pembinaan dari kampus melalui tujuh tahapan berbeda. Jika seluruh tahapan pembinaan telah dilampaui dan mahasiswi yang bersangkutan tidak mau melepas cadar, pihak UIN mempersilakan mahasiswi tersebut keluar dari UIN Sunan Kalijaga.

Yudian mengatakan pemakaian cadar termasuk berlebihan karena dalam hukum Islam ada istilah Ijma' atau kesepakatan para ulama dalam menetapkan suatu hukum dalam agama berdasarkan Alquran dan hadist dalam suatu perkara yang terjadi.

Selain itu, kata dia, dari aspek keamanan, tidak ada yang bisa menjamin mahasiswi bercadar saat menjalani ujian atau tes tertentu adalah benar-benar mahasiswi sesuai dengan identitasnya, karena wajahnya tertutup.

Yudian mengajak untuk kembali ke inti Alquran,yakni keadilan.

"Kami menggunakan kata keadilan sebagai pondasi peradaban danIslam di sini adalah Islam yang adil," ucapnya.

Melarang mahasiswi bercadar yang identik dengan gerakan radikal juga bertujuan untuk menyelamatkan kepentingan umum ketimbang kepentingan khusus.

Tags: