UGM Tolak Usulan FEB Terima Mahasiswa Berprestasi Hafal Kitab Suci



Sebarkan :


Views: 30

Sleman- Dua hari terakhir muncul polemik terkait surat dari Dekan Fakultas Ekonomika Bisnis (FEB) UGM yang meminta adanya alokasi penerimaan mahasiswa baru yang memiliki keunggulan di bidang seni baca kitab suci dan hafal kitab suci. Surat yang seharusnya menjadi konsumsi internal, mencuat ke publik yang lantas mengundang reaksi dari pihak rektorat yang pernyataan sikapnya disampaikan melalui bagian Humas UGM.

Pihak UGM melalui humas pun menyampaikan pernyataan tertulis menyikapi permohonan dari Dekan FEB UGM, Eko Suwardi. Kepala Bagian Humas Dr Iva Ariani melalui pernyataan resminya menyampaikan, sebagai universitas nasional UGM terbuka bagi siapa pun anak bangsa yang berprestasi dan berasal dari berbagai kalangan maupun latar belakang.

“Dalam pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi, UGM selalu berlandaskan Pancasila, UUD NKRI 1945, dan kebudayaan Indonesia. Landasan inilah yang melatarbelakangi proses penerimaan mahasiswa baru UGM,” tulis pernyataan tersebut, Sabtu (04/11/2017).

Terkait surat Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM nomor 5447/UN1/EB/KL/2017 perihal usulan jalur penerimaan mahasiswa baru di UGM bagi penghafal kitab suci, dengan tegas pihak Rektorat UGM menyatakan tidak akan mengakomodirnya.

Ditanya soal apa alasan pihak FEB mengajukan usulan tersebut, Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono, MEng, DEng menuturkan, bahwa, pihak FEB melihat di perguruan tinggi lain, pola penerimaan mahasiswa baru melalui jalur basis agama bisa dilakukan.

Hanya saja usulan tersebut oleh universitas tidak diakomodasi dengan beberapa pertimbangan.

Panut menjelaskan, pada 24 Oktober lalu, pihaknya mengadakan pertemuan dengan seluruh fakultas untuk mengevaluasi proses penerimaan mahasiswa baru tahun 2017.

Dalam pertemuan tersebut isu yang muncul salah satunya soal banyaknya calon peserta ujian tulis UGM yang tidak mendaftar ulang.

"Dalam pertemuan tersebut kekurangan selama penyelenggaraan penerimaan mahasiswa baru akan kita perbaiki dengan harapan bisa lebih baik di tahun selanjutnya. Soal usulan dari FEB, sudah kami jawab melalui press release dari Humas ya. Memang pihak FEB mengusulkan, namun kami sudah menyampaikan tidak menerima usulan tersebut," ujar Panut.

Lebih lanjut Panut menjelaskan bahwa usulan tersebut pada dasarnya baik, hanya saja dengan mempertimbangkan UGM kampus nasional, maka pihaknya tidak mengkhususkan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur bibit unggul berbasis agama tertentu.

Sebab, dikhawatirkan hal tersebut bisa menimbulkan diskriminasi terhadap agama lain yang notabenenya mungkin tidak memiliki fokus menghafal atau seni membaca seperti agama tertentu.

Rektor UGM Panut Mulyono, menyatakan bakal menyelidiki siapa oknum internal UGM yang telah menyebarkan foto surat yang tergolong rahasia tersebut.

Berkaitan dengan viralnya surat usulan penerimaan mahasiswa baru oleh FEB UGM, Panut menyayangkan, surat yang seharusnya hanya menjadi konsumsi kalangan terbatas internal UGM bisa bocor dan menyebabkan informasi tersebut beredar luas di masyarakat.

Panut menegaskan, bila dibiarkan saja, oknum yang membocorkan informasi rahasia ke pada publik tidak akan merasa bersalah dan bisa berbahaya ketika suatu saat membocorkan informasi yang sifat kerahasiaannya sangat tinggi.

"Ini memang harus ada pembenahan. Nanti Senin kami akan menggelar pertemuan untuk membicarakan ini," ujar Panut.

Tags: