Tol Wilangan-Madiun Dipadati Arus Balik



Sebarkan :


Views: 99

Madiun - Pintu keluar GT Wilangan dari arah Ngawi ke Madiun terjadi antrean memanjang sekitar satu kilometer akibat meningkatnya arus balik Lebaran, Rabu (20/6) dini hari hingga tadi pagi. Peningkatan volume kendaraan (roda empat) yang mengakibatkan ruas exit tol Wilangan itu terjadi sejak, Selasa (19/6) sore dan meningkat tajam hingga tengah malam.

“Untuk mengurainya, kita terpaksa melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengeluarkan kendaraan dari arah Ngawi menuju Wilangan, kita belokkan ke GT Caruban, Madiun,” ujar Kapolres Madiun AKBP I Made Agus Prasatya yang dihubungi SP, Rabu pagi. Menurut dia, lokasi membelokkan arus balik di gerbang tol Caruban agar mereka melewati jalur arteri Jalan Raya Madiun-Surabaya lewat Saradan.

Menurut Kapolres didampingi Kasat Lantas Polres Madiun AKP Imam Mustolih menjelaskan, jumlah kendaraan yang keluar tol Wilangan dalam dua dari ini dilaporkan mencapai antara 17.000 hingga 20.000 unit. Untuk mengurai antrean panjang, pihak pengelola tol juga menambah mesin reader untuk melakukan pembayaran tol. Puncak arus balik menurut prediksi Kapolres masih akan terjadi Jumat (22/6) hingga Minggu (24/6) mendatang.

Sementara itu Deputi Kepala Departemen Manajemen Pendapatan Astra Tol JoKer, Achmad Rifan Tsamany secara terpisah tadi pagi menambahkan, jalur tol fungsional Wilangan-Kertosono dibuka dua lajur. Untuk mencegah kemacetan di jalur arteri Jombang-Nganjuk, tol fungsional Wilangan-Kertosono dibuka 24 jam mulai, Selasa (19/6). Hanya saja, khusus kendaraan dari arah Surabaya hanya boleh melintas hingga pukul 19.00 WIB.

“Kalau dari barat (Ngawi) ke timur (Surabaya) dibuka 24 jam nonstop. Ini karena arus balik terbesar dari arah barat ke timur,” ujarnya sambil menambahkan, sesuai rencana pembukaan jalur tol nonstop dua jalur itu hingga H+5 atau hari terakhir libur panjang Lebaran hari ini 20 Juni 2018. Semula tol fungsional Wilangan-Kertosono hanya dibuka satu lajur, itupun hanya pada pukul 07.00-17.00 WIB. Namun karena difungsikan untuk mencegah kemacetan di jalur arteri Jombang-Nganjuk, maka tol ini dioperasikan.

Pada bagian lain Achmad Rifan membenarkan, bahwa pengelola ruas tol Jombang-Mojokerto meniadakan transaksi di gerbang tol (GT) Bandar, Jombang khusus pemudik arus balik yang menggunakan tol fungsional Wilangan-Kertosono. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya antrean panjang di gerbang tol tersebut selama arus balik lebaran. “Itu kita lakukan sejak hari Minggu (17/6) pukul 15.00 WIB. Ini berarti pemudik yang melewati tol fungsional Wilangan-Kertosono ke arah Surabaya tak perlu berhenti di GT Bandar untuk masuk ke tol JoMo.

Pembayaran cukup dilakukan di pintu tol tujuan saja. Untuk pembayarannya, kalau keluar di gerbang tol Astra (GT Jombang dan Mojokerto Barat) masih bisa pembayaran nontunai. Kalau masuk tok SuMo (Surabaya-Mojokerto) harus bayar tunai, tambah Achmad Rifan. Sedangkan untuk kendaraan dari jalur arteri Jombang yang masuk ke tol JoMo dengan tujuan arah Surabaya tetap diwajibkan untuk bertransaksi di GT Bandar. Pihaknya sendiri akan membuka 3 gardu untuk melayani para pemudik yang akan balik ke Kota Pahlawan dan sekitarnya.

Dari catatannya, rata-rata 670-700 unit kendaraan dari jalur arteri masuk melalui GT Bandar trafficnya rata-rata 450 kendaraan/jam. Terkait peniadaan transaksi di GT Bandara khusus arus balik, Kasat Lantas Polres Jombang AKP Inggal Widya Perdana mengatakan, bahwa kebijakan ini diberlakukan untuk mencegah antrean di gerbang tol tersebut. Rencaanya kebijakan itu diberlakukan hingga H+8 Lebaran.

Sumber: BeritaSatu.com

Tags:

#mudik2019 #mudiklebaran #arusbalik