​Tingkatkan Budaya K3 di Kalangan Mahasiswa



Sebarkan :


Views: 77

Surabaya-Untuk meningkatkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya bagi mahasiswa, 3M Indonesia bersama PT Inter Niaga Perkasa menggelar demo dan trial 3M Mobile Safety Training dengan menggandeng Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Rabu (21/2/2018).

Kegiatan yang dihelat di area kampus Departemen Teknik Kimia ITS ini dalam rangka peringatan Bulan K3 di Jawa Timur. ITS sendiri merupakan pergururan tinggi pertama di Jawa Timur yang digandeng oleh 3M Indonesia dan PT Inter Niaga Perkasa dalam kegiatan tersebut.

Menurut Zully, Kepala Divisi Personal Safety 3M Indonesia, kegiatan ini diadakan sebagai wujud komitmen perusahaannya untuk membantu memajukan budaya K3 di lingkungan industri di Indonesia. Terutama ditujukan kepada mahasiswa teknik yang nantinya akan berperan di lingkungan industri.

“Jangan sampai ketika lulus dan akan bekerja di lingkungan industri, mahasiswa memiliki badan yang tidak sehat akibat kecelakaan maupun paparan zat berbahaya karena tidak menggunakan APD (Alat Pelindung Diri, red),” tutur Zully mengingatkan.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan antara lain pengenalan jenis-jenis APD, pemilihan alat, fungsi, cara pemakaian dan lain-lain. Fasilitas penunjang edukasi dan pelatihan seputar K3 tersebut tersedia di dalam mobil 3M Safety Mobile Training Centre, yakni sebuah truk yang berukuran 14 meter.

Melalui 3M Safety Mobile Trainig Centre, mahasiswa maupun dosen juga dapat secara langsung mencoba memakai peralatan K3 tersebut. Hal itu dimaksudkan untuk membantu menaikkan keberhasilan pemakaian peralatan K3 serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya K3 dalam segala sektor kerja.

Sementara itu, Kepala Departemen Teknik Kimia ITS, Juwari ST M Eng PhD, terlihat menyambut baik dengan diadakannya kegiatan tersebut. Hal tersebut sejalan dengan program ITS yang baru diresmikan bulan Januari lalu yakni 5S+S, yang salah satunya adalah safety. “APD sangat penting dalam pencegahan bahaya maupun penyakit yang bisa ditimbulkan dari bahan kimia yang berbahaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Juwari mengungkapkan, safety sendiri menjadi perhatian khusus untuk badan akreditasi internasional seperti ABET dan AUN, termasuk juga berbagai fasilitas maupun alat pelindung diri (APD). “Dengan meningkatnya kompetensi yang baik terhadap budaya K3, maka hal tersebut akan membawa citra yang baik pula pada berbagai bidang, salah satunya bagi mahasiswa di mata perusahaan perekrut nantinya,” jelas Juwari.

Tags: