Teror Melbourne, Apa Kata PM Australia?



Sebarkan :


Views: 25
  • Melbourne - Seorang pria yang menabrakan mobil yang disopirinya ke arah keramaian di persimpangan kota Melbourne diperiksa secara intensif oleh aparat kepolisian Asutralia. Ia menghubungkan aksinya itu dengan Islam.

"Dia mengatakan, dalam sejumlah hal yang dideskripsikan oleh polisi sebagai ucapan, dia menghubungkan tindakannya dengan perlakuan penganiayaan terhadap Muslim," kata Perdana Menteri Malcolm Turnbull sebagaimana dikutip AFP, Jumat (22/12).

Pria berusia 32 tahun itu pada Kamis (21/12), menabrakkan mobil yang disopirinya itu di persimpangan pusat kota yang ramai. Akibatnya 19 orang dilarikan ke rumah sakit, dan tiga lainnya tetap kritis.

Polisi setempat menyebutkan aksi pria Australia-Afghanistan itu adalah kesengajaan. "Serangan seperti itu, di tengah salah satu kota besar kami, adalah peristiwa yang mengejutkan, sebuah kejahatan yang mengejutkan," kata Turnbull.

Namun ia tak ingin terburu-buru mengaitkan perkara itu dengan Islam. "Investigasi terus berlanjut, terlepas dari pernyataan itu, tidak ada hubungan yang diketahui dengan isu-isu politik, atau kaitan dengan kelompok ekstremis, dan dilaporkan belum ada hubungan dengan terorisme yang telah diidentifikasi."

Petenis berusia 32 tahun, yang datang ke Australia sebagai pengungsi, memiliki riwayat penyalahgunaan narkoba dan masalah mental dan Perdana Menteri Malcolm Turnbull menegaskan bahwa tidak ada kaitan dengan terorisme "pada tahap ini".

Hari ini, pria itu dijadwalkan menjalani pemeriksaan psikiatri.

Para Korban

Pada peristiwa itu, terdapat sembilan pendatang dari luar Australia yang jadi korban. Turnbull mengatakan sembilan warga asing itu termasuk tiga wisatawan Korea Selatan.

Herald Sun dari Melbourne mengatakan bahwa korban lainnya berasal dari China, Italia, India, Venezuela, Irlandia, dan Selandia Baru, dengan kota yang penuh dengan turis untuk musim perayaan.

Turnbull meyakinkan warga Australia bahwa pembantaian di hari Kamis adalah insiden yang terisolasi dan "kita harus terus menjalani kehidupan kita sehari-hari seperti yang selalu kita lakukan".

Melbourne mulai kembali normal pada hari Jumat, dengan jalan dibuka kembali.

Peristiwa serupa pernah terjadi di Melbourne pada bulan Januari, menewaskan enam orang. Sopir, yang kasusnya masih diadili di pengadilan, adalah pecandu narkoba.

Canberra disebutkan semakin mengkhawatirkan dengan aksi ekstrimis. Pejabat Australia mengatakan telah mencegah 13 serangan teror dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah pada Agustus meluncurkan sebuah strategi mencegah serangan kendaraan di tempat-tempat umum yang ramai.

Di antaranya dengan memasang kamera pagar dan kamera sirkuit tertutup. Termasuk upaya memperlambat laju kendaraan, seperti memasang billboard dan menanam pohon.

Melbourne juga telah memasang sistem sirene publik dan lebih banyak kamera keamanan untuk memperingatkan orang tentang kemungkinan serangan teroris atau ancaman serius lainnya.

Sumber:Beritasatu.com 

Tags: