Tas Kulit Huraira Leather Bag Bakal Jadi Ikon Indonesia



Sebarkan :


Views: 135

Surabaya - Sebuah tas berbahan kulit memang terlihat fashionable seiring perkembangan zaman. Terlebih jika para pembuatnya memberikan sentuhan seni yang berkelas tinggi. Model-model yang beragam pun menjadi daya tarik tersendiri jika dikaitkan dengan ikonik yang ada di Indonesia bahkan Mancanegara. 

Seperti pemilik brand asal Kota Pahlawan Huraira Leather Bag (HLB) milik Siti Huraira yang terletak di Jalan Jambi 3 Kecamatan Wonokromo. Produknya yang kini telah merambah pasar internasional tengah diburu para artis kawakan di Indonesia. Kamis (2/3/2017), outlet Huraira Leather Bag dilurug para ibu-ibu yang tergabung sebuah bank BUMN dari Jakarta. Mereka tampak girang setelah melihat koleksi HLB yang di pajang di setiap sudut ruangan. Dengan sorotan lampu kian menambah kemewahan tas kulit tersebut. Bahkan, dalam rombongan tersebut terlihat artis film senior Yenny Rachman juga tampak kagum atas karya-karya Siti Huraira yang juga cucu putera maestro pelukis Affandi ini. Menurutnya, karya milik Siti Huraira ini layak untuk disaingkan ke kelas dunia. "Kita patut mengapresiasinya Huraira Letaher Bag karena melahirkan ciptaan-ciptaan sendiri ditengah banyaknya serbuan produk dari luar negeri," kata artis senior Indonesia ini saat ditemui mediainfo di outlet HLB Jalan Jambi 3 Surabaya. 

Wanita berdarah Aceh yang kini aktif di dunia sosialita ini menjelaskan bahwa produk tas kulit milik Siti Huraira harus bisa menjadi ikon indonesia layaknya batik yang kini telah dikenal ciri khasnya. "Seperti batik itu sudah berhasil menjadi ciri khas Indonesia. Tapi kalau lari ke sepatu dan tas memang agak sulit. Tapi, saya yakin suatu saat pasti menjadi ikonnya Indonesia," harap Yenny Rachman. Sementara, Siti Huraira menceritakan bahwa produk tas kulit buatannya tengah digandrungi para artis kawakan yang ada di Indonesia khususnya kaum hawa. Bahkan, dirinya terus memutar otak untuk bisa tembus di pasar internasional. "Dibutuhkan perjuangan keras untuk dapat berbicara di pasar fashion yang persaingannya cukup ketat. Apalagi di pasar internasional," terang Siti Huraira. Dengan kegigihan serta kemauan keras untuk terus belajar, selang beberapa tahun kemudian, brand lokal Surabaya milik Siti Huraira ini akhirnya dikenal di dunia fashion khususnya tas, bahkan diorder masyarakat di sejumlah negara di luar negeri. "Tentunya ini berkah sekaligus tantangan bagi kami. Tapi kami memang tidak pernah berhenti berkarya dan mencoba mencari sesuatu yang baru, dan ciri khas tersendiri yang tidak disamai oleh produk-produk lain yang sejenis," paparnya. 

Lalu, wanita berkerudung ini mencontohkan tas kulit lukis tangan satu diantara produk dengan brand Huraira Leather bag, karyanya yang paling banyak diminati konsumen lokal maupun sejumlah pemesan dari manca negara. Tas dalam berbagai ukuran, mulai dari clutch, tas tangan hingga tas kerja, yang seluruhnya berbahan kulit oleh Huraira ditambah dengan lapisan kanvas khusus yang dibuat sedemikian rupa dengan lukisan khas dan hanya ada di Huraira Leather Bag. "Karena lukisan yang terpasang pada kanvas di bagian tas itu, tidak ada duanya. Motifnya khas, dan yang istimewa pelukisnya juga khusus. Lukisan karya Anang Affandi putera maestro pelukis Affandi. Jadi tas kulit lukis ini sangat istimewa," tegas Huraira. Menurut dia, tas kulit lukis yang paling disukai pasar yakni bergambar ikon-ikon yang ada di Indonesia. Seperti Jembatan Nasional Suramadu, Candi Borobudur, tempat persembahyangan yang ada di Pulau Dewata Bali, Penari Bali dan banyak yang lainnya. 

Selain itu, lukisan ikon luar negeri seperti menara Eiffel, patung Merlion, patung Liberty, gedung Opera Sydney, dan Big Ben kerab disukai para artis dan ibu-ibu para pejabat. Seperti Istri mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini. "Waktu pameran di Jakarta istri Pak SBY memborong tas kulit dengan lukisan ikon-ikon yang ada di luar negeri," jelasnya. Sementara, Agung Affandi yang bertugas memoles tas kulit dengan lukisan karyanya ini menambah kemolekan HLB. Agung Affandi asal Yogyakarta mengaku bisa menuntaskan setiap lembar kanvas sebelum di tempel di tas dengan waktu tiga jam. Apalagi, cucu Affandi tersebut benar-benar memberikan detail dan tekstur cat timbul di lukisan yang bercorak keemasan. Dengan demikian, saat disentuh, cat-cat itu memberikan relief tersendiri seraya lukisan bernuansa seni tingkat tinggi. "Jadi, agar lukisan awet dan tidak rontok, kami gunakan cat impor dari luar negeri. Kalaupun ada kerusakan nantinya, kami juga bisa menggaransinya," kata pria yang kini berusia 54 tahun ini. Ia juga memastikan tas kulit yang berhias sentuhan seni itu tidak akan rusak jika terkena air. "Meski ciri lukisan ini timbul kalau terkena air tidak akan rusa," terangnya.

Tags:

surabaya tas kulit