​Tahlil dan Pembacaan Puisi Bagi Jiwa Pemimpin Kota Yang Mati



Sebarkan :


Views: 17

Surabaya-Di pelataran Masjid Assakinah Balai Pemuda Surabaya, Senin ( 6/11/2017 ), sekitar pukul 7 malam terasa lebih ramai dari hari sebelumnya. Puluhan orang terdiri anak anak, perempuan dan orang dewasa secara khusyuk mengikuti jalannya acara.

Pada hari ke 2 pembacaan tahlil diwarnai dengan aksi baca puisi dan nyanyian nyanyian perjuangan. Tampak hadir malam itu Syrikit Syah seniman dan penulis senior Surabaya, Yudith deklamator handal dan beberapa seniman lain yang datang bersama anak anaknya dan keluarganya serta anak anak muda pegiat musik punk SID.

Yudith membacakan puisinya yang memberi pesan gersangnya jiwa pemimpin kota ditengah gemerlap pembangunan yang tak berjiwa. Sehingga pembangunan tak pelak lagi menyasar bangunan bangunan yang sejatinya menjadikan raga dannjiwa warga kota menjadi peka. Penggusuran Masjid Assakinah dan Gedung DKS adalah contoh keserakahan pembangunan kota ini.

Luhur yang juga sekjed DKS malam itu juga menmbacakaj puisinya yang menggambarkan bebalnya pemimpin kota yang hanya mengejar pencitraan dan pembangunan artifisial. Sehingga sudah selayaknya warga kota berjibaku mengoreksi pemimpinnya.

Selain pembacaan puisi, juga dilakukan nyanyian nyanyian membakar semangat perlwanan. Wawan menyerukan gerakan perlawanan dengan menyanyikan lagu " Bongkar " yang biasa dinyanyikan oleh Iwan Fals.

Setelah itu rangkaian acara dilanjukan dengan melakukan tahlil bersama yang dipimpin oleh Ust Guntur yang intinya pembacaan tahlil dan doa agar pemimpin kota ini menyadari perbuatannya yang dzolim, menghancurkan masjid tanpa ada pembangunan masjid pengganti yang disiapkan.

Wawan menyampaikan bahwa tahlil ini akan dilakukan selama 7 hari berturut turut. " Tahlil ini akan kami lakukan selama 7 hari, dan besok adalah hari ke 3. Kami juga mengundang seluruh warga untuk tahlil bersama kami ", Ujar Wawan.

Tags: