Survei Tarif MRT Ditargetkan Selesai Akhir Tahun



Sebarkan :


Views: 20

Jakarta – PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta masih melakukan pengkajian untuk menentukan tarif perjalanan MRT. Saat ini, BUMD DKI Jakarta ini sedang menyelesaikan survei untuk mengetahui besaran tarif dan subsidi yang harus dikeluarkan pemerintah provinsi (pemprov).

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan besaran tarif perjalanan MRT yang juga menentukan nilai subsidi yang harus ditanggung Pemprov DKI terhadap transportasi massal berbasis rel ini ditentukan dari hasil survei penumpang.

“Kalau sekarang kan kita masih mengacu pada hasil survei penumpang lima tahun lalu. Makanya kita lakukan lagi survei penumpang yang baru. Kami targetkan, survei penumpang terbaru ini bisa selesai pada akhir tahun ini,” kata William dalam acara Forum Jurnalis dan Blogger di Jakarta, Selasa (28/11).

Hasil survei penumpang terbaru ini akan menjadi acuan PT MRT Jakarta untuk melakukan penghitungan tarif. Termasuk total subsidi yang akan dikucurkan Pemprov DKI.

Namun, bila mengacu pada hasil survei penumpang lima tahun lalu, maka nilai ekonomis untuk tarif MRT berkisar antara Rp 17.000 hingga Rp 20.000 per penumpang. Angka ini didapatkan dari perkiraan penumpang yang dapat diangkut MRT sebanyak 173.400 orang per hari.

Dijelaskannya, angka penumpang sebanyak 173.400 orang per hari didapatkan dari perkiraan rangkaian kereta yang akan beroperasi dan kapasitas dari rangkaian tersebut.

Direncanakan, MRT yang akan beroperasi ada 16 rangkaian dengan total gerbong kereta mencapai 96 gerbong. Satu rangkaian kereta bisa mengangkut penumpang sebanyak 300 orang bila duduk semua. Namun bila berdiri dan sangat padat, penumpang yang diangkut bisaa mencapai 1.950 orang.

"Dari perhitungan kami, total penumpang yang diangkut jika semua rangkaian kereta beroperasi sebanyak 173.400 orang per hari," jelasnya.

Tetapi angka tarif tersebut tidak bisa menjadi tarif final bagi MRT. Karena Pemprov DKI pasti akan memberikan subsidi melalui anggaran kewajiban pelayanan publik atau public service obligation (PSO). Tidak hanya itu, estimasi tarif yang akan dibebankan ke penumpang juga akan dipengaruhi besarnya biaya operasional dan pemeliharaan.

Direktur Operasional PT MRT Jakarta, Agung Wicaksono mengungkapkan besaran nilai PSO yang akan diberikan pemerintah sangat menentukan tarif MRT Jakarta. “Semakin besar subsidi, maka semakin murah pula biaya tiket yang harus dikeluarkan oleh penumpang,” kata Agung.

Seperti diketahui, untuk pengembangan transportasi massal, Pemprov DKI memberikan PSO kepada BUMD yang menanganinya. Seperti, PT Transjakarta yang disuntikkan dana PSO pada tahun 2017 sebesar Rp 2,8 triliun. Tahun depan akan disuntikkan lagi dana PSO sebesar Rp 3,3 triliun.

Dana PSO ini digunakan untuk memberikan subsidi bagi tarif Transjakarta yang seharusnya ditanggung penumpang sebesar Rp 7.500 per orang, menjadi Rp 3.500 per orang

Sumber :Beritasatu.com 

Tags:

#jakarta #MRT