Survei SDI: Elektabilitas Nurdin Halid Terus Naik



Sebarkan :


Views: 74

Jakarta - Survei terbaru dari Lembaga Sinergi Data Indonesia (SDI) menyebutkan bahwa pasangan Nurdin Halid dan Azis Kahar Mudzakar berpeluang besar memang di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan. Elektabilitas Nurdin-Azis mengalami tren kenaikan, meskipun masih kalah dari elektabilitas pasangan Ichsan Yasin Limpo dan Andi Mudzakkar.

Survei SDI dilakukan di 21 Kabupaten dan 3 kota di Sulsel sejak 14 hingga 20 Februari 2018. Responden dipilih menggunakan metodemultistage random sampling dengan jumlah 1.000 responden. Margin of error sebesar 3,16 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

"Pasangan yang berpeluang besar menang di Pilgub Sulsel adalah Nurdin-Azis. Elektabilitas mereka mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan tiga pasangan lain," ujar Direktur SDI Barkah Pattimahu saat rilis hasil survei dan diskusi bertema "Peta Kekuatan Capres di Kandang Golkar dan Potret Pilkada Sulsel" di kantor SDI, Jakarta, Minggu (11/3).

Dari hasil survei, kata Barkah, elektabilitas Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar berada di angka 27,50 persen, disusul Nurdin-Azis 24,80 persen, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman 21,20 persen, dan Agus Arifin Nu'mang-Tanri Bali Lamo 8,9 persen dengan suara yang belum memutuskan sebesar 17,60 persen.

Yang menarik, kata dia, elektabilitas Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar mengalami penurunan dibandingkan hasil survei SDI pada Desember 2017. Ketika itu elektabilitas keduanya mencapai 30,30 persen. Hal ini justru berbeda dengan hasil yang diraih oleh Nurdin-Azis yang dalam survei sebelumnya hanya 22,30 persen dan kini naik menjadi 24,80 persen.

"Sementara, pasangan lainnya, elektabilitas Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman mengalami sedikit kenaikan dari 20 persen pada Desember menjadi 21,20 persen dan elektabilitas pasangan Agus Arifin Nu'mang-Tanri Bali Lamo relatif stabil," terang dia.

Barkah mengatakkan, elektabilitas Yasin Limpo-Andi Mudzakkar menurun karena ada penolakan publik atas politik kekerabatan atau dinasti di Sulsel. Seperti diketahui, Ichsan Yasin Limpo merupakan adik dari petahana Syahrul Yasin Limpo.

"Berdasarkan hasil survei, lebih dari separuh atau 62,29 persen responden tidak menyetujui adanya politik kekerabatan atau dinasti di Sulsel dan hanya 23,4 persen yang setuju politik dinasti. Hal ini bisa jadi penyebab menurunnya elektabilitas pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa mayoritas pemilih di Sulsel adalah pemilih rasional sebanyak 50,60 persen, kemudian disusul pemilih sosiologis 26,40 persen, dan pemilih psikologis 19,20 persen. Dari hasil survei, kata dia, pemilih rasional yang memilih Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar sebanyak 45,84 persen dari 27,50 persen pemilih keduanya.

"Pemilih rasional terbanyak ada pada pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman sebanyak 54,59 persen dan Nurdin Halid-Azis Kahar Mudzakar sebanyak 52 persen. Jadi, kedua pasangan ini berpeluang meraih suara pemilih rasional, karena mayoritas swing voters yang ada di Sulsel adalah pemilih rasional," terang dia.

Kemudian, Barkah menuturkan bahwa peluang Nurdin Halid juga besar untuk menang, karena pemilih Sulsel menginginkan pemimpin dari latar belakang pengusaha dan tokoh agama. Pemilih yang menginginkan pemimpin dari kalangan agama sebesar 29,30 persen dan pengusaha sebesar 18,90 persen. "Pasangan Nurdin Halid dan Azis Kahar Mudzakar adalah cermin dari dua latar belakang yang diinginkan oleh pemilih Sulsel," katanya.

Sumber: BeritaSatu.com

Tags: