Sultan HB X Tetapkan DIY Siaga Darurat Bencana



Sebarkan :


Views: 106

Yogyakarta- Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menetapkan status siaga darurat bencana pasca bencana banjir, longsor, dan angin kencang yang melanda beberapa daerah sejak Senin (27/11) hingga Selasa (28/11) malam. Status tersebut berlaku selama sepekan ke depan.

"Setelah mendengar laporan dan masukan dari daerah, dan prakiraan cuaca dari BMKG, (Pemerintah) Provinsi menetapkan status siaga darurat bencana mulai hari ini hingga satu minggu mendatang," kata Sultan kepada wartawan di Kepatihan, Rabu (29/11/2017).

Dikatakan Sultan, surat keputusan (SK) dari gubernur terkait siaga darurat bencana tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi Walikota/Bupati untuk mengeluarkan dana siaga bencana di setiap wilayahnya.

Tanpa SK tersebut, dikatakan Sultan dana bantuan siaga bencana tidak bisa dikeluarkan.

"Jadi, dana bantuan bencana itu kan satu pintu. Dasarnya SK gubernur yang akan saya keluarkan," ungkapnya.

Pemerintah kabupaten atau kota diperbolehkan menggunakan dana cadangan tidak terduga untuk mitigasi bencana. Jika merasa masih belum mencukupi, dana tak terduga milik Pemerintah Provinsi juga bisa dipakai.

"Dana itu bisa dipakai untuk memperbaiki dan menolong para korban bencana,"tegas Sultan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Krido Suprayitno menambahkan pihaknya mengusulkan pemberlakuan status pada Gubernur setelah menimbang berbagai masukan dan fakta lapangan terkait bencana yang terjadi di wilayah DIY sepanjang hari kemarin. Berdasarkan prediksi BMKG dampak siklon tropis Cempaka di selatan Pulau Jawa, potensi cuaca ekstrem wilayah DIY diprediksi sampai 30 November 2017.

"Makna kesiapsiagaan ini adalah gubernur memberikan delegasi peran kabupaten/kota agar bisa optimalkan segala sumber daya penanganan bencana. Setelah kabupaten/kota tidak mampu, nanti di-back up provinsi, posisi provinsi saat ini sebagai koordinator," jelasnya.

Krido melanjutkan, hingga kini baru Kabupaten Bantul yang telah menetapkan status tanggap darurat dikarenakan warga terdampaknya paling banyak. Untuk Sleman, Kota Yogya, Gunungkidul, dan Kulon Progo diharapkan bisa mengambil kebijakan yang tepat sesuai kondisi wilayah.

Tags: