​Siap Dukung Surabaya Sebagai Smart City di Tahun 2025



Sebarkan :


Views: 55

Surabaya-Simposium Internasional kembali digelar Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (Pens) mulai besok, Rabu (26/9/2017). Dengan tema Cyber-physical System to Promote Sustainable Energy and Environment-Friendly

Development sekarang ini sifatnya internasional sejak lima tahun silam. International Electronics Symposium (IES) kali ini bakal menggabungkan tiga kegiatan sekaligus. Yakni, Knowledge Creation and Intelligent Computing (KCIC), Engineering Technology and Applications (ETA), dan Extended Job Fair.

General Chairman IES 2017 Tri Harsono mengatakan, acara tahun ini lebih kompetitif karena ada sekitar 180 paper yang masuk. Dari jumlah tersebut yang terseleksi sekitar 100-an yang terbaik yang akan dipresentasikan. “Ini akan menjadi ajang pertemuan bagi 3 pihak sekaligus. Yakni pemerintah, industri, dan akademisi, guna mengembangkan dan menyelaraskan pembangunan teknologi ke depannya,” katanya.

Menurut Harsono, para pembicara yang turut mendukung acara ini jumlahnya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan dalam bidang yang berbeda. Selain itu, lanjutnya, ada empat bidang workshop diantaranya Engineering Service Learning, Global Environmental Systems Leaders (GESL), Digital Broadcasting, dan Facing the Indonesia Smart E-Government.

“Dengan adanya IES ini adalah bentuk kontribusi dan komitmen institusi dalam meningkatkan kapasitas para dosen dan mahasiswa. Pens tetap mendukung keberlangsungan IES karena selain dari internal juga lingkungan sekitar. Apalagi tema sekarang ini kan Smart City,” paparnya.

Sementara, Chairman IES ETA, R Sanggar Dewanto mengatakan, kalau ditarik IES ini yang ada adalah elektroniknya. Bahkan diklaim contohnya di tahun 2017 sudah banyak, sepertihardware elektronik. “IES ETA lebih banyak ke aplikasinya. Oleh sebab itu kami buka worksop karena IES sendiri lebih bertujuan menyatukan akademisi, institusi, dan peneliti dari dalam dan luar negeri. Baik pemerintah dan juga industri,” terangnya.

Menurut Sanggar, uniknya pada tahun ini adalah mengundang pihak industri untuk link and match. Sebab, katanya, pada saat memaparkan riset-riset bisa langsung ketemu akar permasalahannya. “Teknik logaritma semua itu bisa mereka pakai. Mudah-mudahan ide besar ini berjalan terus setiap tahun,” imbuhnya.

IES 2017 juga bakal menyajikan teknologi Cyber Physical System (CPS) yang kedepan akan menjadi fundamental dalam implementasi pengembangan smart city. Sanggar mengutarakan, teknologi ini merupakan sistem yang akan mengatur dan mengintegrasikan. “Di masa yang akan datang sistem berupa fisik akan menjadi sub sistem yang akan dikelola melalui teknologi CPS. Karena dunia sekarang ini ada dua, yaitu dunia fisik dan cyber,” tambahnya.

Harsono kembali menambahkan, dengan kontribusi dari para peneliti yang berpartisipasi dalam IES 2017 ini berharap teknologi smart city akan menjadi bagian dari pengembangan Kota Surabaya dan kota lainnya. “Dampak kedepannya, tata kelola perkotaan menjadi semakin baik, otomatis meningkatkan pelayanan kepada publik,” pungkas Harsono.

Disamping itu, Direktur Pens Dr Zainal Arief, MT mengatakan, Pens akan menyampaikan penghargaan kepada Pemkot Surabaya yakni kepada Wali Kota Tri Rismaharini. Hal ini karena dedikasi dan upaya Surabaya dalam mewujudkan Smart City. “Ini selaras dengan visi kota Surabaya sebagai Smart City di tahun 2025,” katanya.

Tags: