Sepekan, Polisi Tilang 7.809 Pelanggar Perluasan Sistem Ganjil-Genap



Sebarkan :


Views: 16

Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, menilang 7.809 pelanggar perluasan pembatasan kendaraan bermotor roda empat sistem Ganjil Genap, terkait pelaksanaan Asian Games 2018, di sejumlah titik Ibu Kota Jakarta, sejak tanggal 1 hingga 7 Agustus 2018.

"Total tilang terhadap pelanggar hingga hari ketujuh sistem Ganjil Genap berjumlah 7.809," ujar Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, kepada Beritasatu.com, Rabu (8/8).

Dikatakan, dari penilangan itu polisi menyita sejumlah barang bukti berupa Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). "Jumlah barang bukti yang disita 3.421 SIM dan 3.295 STNK," ungkapnya.

Ia menyampaikan, pelanggar sistem Ganjil Genap dijerat Pasal 287 ayat 1 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan sanksi pidana 2 bulan kurungan dan atau denda paling banyak Rp 500.000. Nanti pengadilan yang akan memutuskan berapa denda tilang yang harus dibayar pelanggar.

Menyoal ada berapa jumlah denda tilang yang disetorkan ke kas negara, Budiyanto menuturkan, pihak kejaksaan sebagai eksekutor yang akan mengirimkan denda tilang ke kas negara.

"Yang menetapkan (denda) Pengadilan, dan sebagai pelaksana putusan hakim adalah Jaksa sebagai eksekutor. Iya (Jaksa yang menyetor ke kas negara)," katanya.

Diketahui, menyambut perhelatan akbar Asian Games 2018, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, danstakeholder lain memperluas kawasan serta memperpanjang waktu sistem pembatasan kendaraan bermotor roda empat Ganjil-Genap, di sejumlah titik di Ibu Kota Jakarta.

Wacana kebijakan perluasan wilayah Ganjil-Genap mencuat setelah sejumlah pemangku kepentingan menggelar rapat koordinasi pada awal bulan Juni 2018 kemarin. Sistem pembatasaan kendaraan Ganjil-Genap di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin dan sebagian Jalan Gatot Subroto yang sudah berjalan sejak 30 Agustus 2016 lalu, diperluas hingga Jalan S Parman - Jalan Gatot Subroto - Jalan MT Haryono - Jalan DI Panjaitan - Jalan A.Yani - Simpang Coca Cola atau Jalan Perintis Kemerdekaan Cempaka Putih. Kemudian, Arteri Pondok Indah Jakarta Selatan, Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan, dan Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kendaraan dengan pelat nomor (nomor paling belakang) ganjil dapat melintas pada tanggal ganjil. Begitu sebaliknya, nomor genap pada tanggal genap. Namun, bukan berarti kendaraan dengan pelat ganjil tidak boleh beroperasi pada tanggal genap atau sebaliknya. Kendaraan tetap dapat beroperasi, tapi di luar kawasan dan di luar jam pemberlakuan Ganjil-Genap.

Selain perluasan wilayah, pemerintah juga memperpanjang waktu sistem Ganjil-Genap. Waktu yang sebelumnya berlaku pada hari Senin hingga Jumat, pagi hari mulai pukul 06.00 sampai dengan 10.00 WIB dan sore hari pukul 16.00 hingga 20.00 WIB, diperpanjang mulai pukul 06.00 WIB hingga 21.00 WIB, setiap hari. Perpanjangan waktu tidak hanya berlaku pada jalur baru, tapi juga untuk jalur yang sudah ada (Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin dan Gatot Subroto).

Perluasan kawasan sistem Ganjil-Genap diberlakukan berkaitan dengan syarat yang mengharuskan perjalanan atlet dari wisma hingga arena laga pertandingan dengan waktu 30 menit. Sistem ini digelar selama perhelatan Asian Games. Namun, tidak menutup kemungkinan kebijakan tersebut akan dipermanenkan bergantung hasil evaluasi ke depan.

Tujuan perluasan kawasan dan perpanjangan waktu Ganjil-Genap adalah agar Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas) selama Asian Games 2018 tetap terjaga dengan baik. Sehingga aktivitas atlet dan ofisial, termasuk kegiatan masyarakat tetap lancar, aman serta nyaman.

Sumber: BeritaSatu.com

Tags: