​Seminar Nasional Jaga NKRI dan Pancasila, Tolak Radikalisme



Sebarkan :


Views: 53

Yogjakarta – Ratusan mahasiswa dan pemuda dengan penuh antusias mengikuti seminar nasional dengan tema “Mewujudkan Sikap Bela Negera dan Menjaga Nilai-Nilai Pancasila Dalam Rangka Menjaga Keutuhan NKRI, Gerakan Kampus Tolak Radikalisme dan Intoleran" di UPN Veteran Yogyakarta, Sabtu (10/3/2018)

Seminar nasional tolak radikalisme itu, menhadirkan narasumber KH. Ahmad Muzammil, Pengasuh Ponpes Miftahul Umum Yogyakarta dan Imron Rawe M.Hum, Ketua Gerakan NKRI.

Ketua Gerakan Harmonisasi Bangsa demi persatuan Indonesia (GHARBA) Agus Surata generasi muda untuk memperkokoh rasa persatuan. “Persatuan itu ibarat pondasi rumah, karena jika pondasi itu kuat maka tidak akan roboh meskipun dengan cobaan apapun” Jelas Agus.

Selain itu, Agus juga mengajak para generasi muda untuk kembali menjaga keharmonisan antar masyarakat. “Generasi muda Indonesia merupakan calon pemimpin bangsa. Mari kita rebut bangsa ini dengan menjaga keharmonisan antar masyarakat. Kita jaga NKRI dan Pancasila,” tegas Agus Surata.

Sementara itu, Ketua Gerakan NKRI Imron Rawe M mensinyalir fenomena tahun politik ini bakal ada lagi benturan antara golongan kebangsaan dengan golongan kebangsaan. Bahkan, kata dia, sangat rawan pula isu SARA kembali dimainkan sehingga dapat berpengaruh terhadap kerukunan umat beragama. “Makanya hal ini perlu dicegah oleh semua pihak. 2019, kita akan dihadapkan lagi oleh dua konflik antara golongan kebangsaan dan agama,” ucapnya.

Menurutnya, jika komunikasi dan silaturahmi terjalin dengan baik, dirinya menyakini bagaimana dan apa pun isu dan masalah dapat diselesaikan bersama. “Kepada seluruh tokoh agama, pemimpin umat dan para ustad untuk tidak terpengaruh pada politik yang dapat merusak kerukunan. Mari bersama-sama menjaga kedamaian,” ujarnya.

Narasumber yang lain, KH. Ahmad Muzzamil dalam paparanya menyoroti bahaya radikalisme di Indonesia. Kata Muzzamil, ada dua hal yang dianggapnya berbahaya yakni radikalisasi agama dan materialisasi agama. “Dua hal ini sama-sama bahayanya,” kata KH. Ahmad Muzzamil.

Dikatakan KH. Ahmad Muzzamil, radikalisasi agama akarnya dari materialisasi agama. Kata dia, pemahaman agama dari materinya saja misal jihad membela agama. Namun, kata dia, ada pemahaman jihad fi Sabilillah yang salah kaprah sehingga merusak pribadi Islam itu sendiri. “Mereka yang menindas mahluk ciptaan Allah berarti melawan Allah. Yang harus kita bela itu adalah negara. Jadi jihad fisabililah itu tidak selalu perang,” bebernya.

KH Ahmad Muzzamil melanjutkan jihad fi Sabilillah itu bisa juga membela sesama manusia yang sedang tertindas dan menjaga alam. “Yang sekarang sedang terjadi muncul kelompok yang memiliki kepentingan untuk memecah belah bangsa,” Jelasnya.

Seminar nasional itu, sebagai upaya untuk menamkan kepada generasi muda agar tetap memiliki jiwa bela negara, memiliki semangat menjaga nilai – nilai Pancasila dan tidak terjerumus faham radikalisme yang saat ini mengintai generasi muda.

Tags: