Saatnya Membeli Saham



Sebarkan :


Views: 20

JakartaFounder dan Group Chief Executive Officer (CEO) Vier Corporation, Vier Abdul Jamal menilai, kini merupakan saatnya membeli (time to buy) saham di pasar modal Indonesia.

“Bertransaksi pada saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX) jauh lebih aman karena IDX tidak menerapkan transaksi short selling,” tutur dia, dalam publikasinya di Jakarta, Minggu (9/9).

Dia menuturkan, dengan aturan ARB (Auto Rejection Bawah) dan ARA (Auto Rejection Atas) sudah cukup ampuh digunakan oleh BEI untuk mengawasi dan menjaga naik dan turunnya saham di pasar modal Indonesia. Pasar modal merupakan barometer entry point bagi masukanya investor asing ke Indonesia.

Menurut dia, transaksi harian saham di BEI sejak tahun 2010 hingga 2018 berada di kisaran Rp 4-7 trilliun per hari. Konsistensi transaksi ini bertahan sedemikian lama karena keyakinan besar Block Trader asal Asia, Eropa, dan Amerika sangatlah
tinggi. “Hal itu karena yield atau imbal hasilnya masih sangat besar dibanding bursa lainnya di dunia,” tutur Vier.

Pada pekan ini, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2,77 persen menjadi 5.851,46 dari 6.018,46 pada penutupan pekan lalu. Investor asing melakukan jual bersih (net sell) pada pekan ini senilai Rp 2,86 triliun.

"Sejalan dengan itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) tergerus 2,85 persen menjadi Rp 6.589,81 triliun pada penutupan pekan ini dari Rp 6.783,26 pada pekan sebelumnya," demikian data perdagangan BEI yang dikutip Minggu (9/9).
Sementara rata-rata frekuensi transaksi harian turun 2,80 persen menjadi 344.541 kali transaksi dari 354.462 transaksi pada penutupan pekan lalu.

Adapun rata-rata volume transaksi harian berkurang 7,43 persen menjadi 8,51 miliar unit saham dari 9,19 miliar unit saham pada pekan sebelumnya.

Sedangan rata-rata nilai transaksi harian perdagangan BEI turun sebesar 10,52 persen menjadi Rp 7,16 triliun dari Rp 7,99 triliun pada pekan lalu.

Sumber: BeritaSatu.com

Tags: