Ribuan Orang Padati Kraton Peringati Hari Lahir Pancasila



Sebarkan :


Views: 149

Yogyakarta- Ribuan orang dari berbagai golongan berkumpul untuk merayakan puncak Hari Lahir Pancasila di Pagelaran Kraton Yogyakarta. Peringatan Hari Lahir Pancasila diisi oleh aubade atau paduan suara suara lagu-lagu nasional oleh 600 siswa SMA di Kota Yogyakarta Kamis (01/06/2017)

Peringatan Hari Lahir Pancasila ini di hadiri oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X, GKR Hemas serta anggota Komunitas Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kabupaten dan kota di DIY, TNI dan Polri, ormas, pelajar, tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan masyarakat umum. Sultan HB X ada didampingi Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas berbarengan putri-putrinya.

Dalam orasinya Sultan menyebut Pancasila selama ini hanya sering disebut sebagai slogan belaka oleh masyarakat Indonesia namun, tak semua memahami dan mengamalkan ideologi tersebut dalam hidup sehari-hari.

"Kita tak cukup hanya teriakkan slogan saja Pancasila Sudah Final, NKRI harga mati, namun kita lupa mengamalkan makna Pancasila dalam hidup sehari-hari," terangnya.

Sultan juga menyampaikan harapan agar peringatan Gerak Pancasila dari Yogyakarta bisa jadi momentum penggerak bangsa Indonesia untuk mewujudkan pengamalan Pancasila dalam hidup berbangsa dan bernegara.

"Gerakan rakyat DIY berusaha menjadi obat dan penyemangat bahwa Indonesia masih terus akan ada. Saya ajak seluruh warga masyarakat untuk membangkitkan gerak pancasila dari Jogja untuk Indonesia," tegas Sultan.

Pada kesempatan ini puluhan ribu orang mengikrarkan Panca Maklumat Rakyat berisi lima hal yang dipegang teguh oleh masyarakat DIY, yakni

1.Gerakan Rakyat Pancasila DIY menyatakan kedudukan Pancasila sebagai dasar NKRI sudah menjadi keniscayaan ideologis yang fundamental dan abadi. Setelah Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Pakualam VIII menyatakan kemerdekaan dan bergabung dengan NKRI mengandung konsekuensi masyarakat Yogyakarta senantiasa menjadi patriot sejati pembela nusa dan bangsa.

2.Gerakan Rakyat Pancasila DIY mendukung penuh penyelenggara negara dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara dari Sabang sampai Merauke berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

3.Gerakan Rakyat Pancasila DIY menegaskan bahwa Pancasila adalah filsafat hidup berbangsa dan menjadi modal untuk bersatu, maju meraih kejayaan bangsa, tidak ada ideologi dan filsafat hidup lain, tidak untuk demokrasi liberal, komunisme, negara agama. Sebab, Pancasila puncak perjanjian luhur yang berisi kristalisasi nilai peradaban nusantara yang selalu relevan.

4.Gerakan Rakyat Pancasila DIY menyerukan untuk melakukan gerakan nyata membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mewujudkan bangsa Indonesia yang berketuhanan, kemanusiaan, persatuan nasional, dan menempuh jalan musyawarah mufakat dalam menyejahterakan rakyat lahir dan batin.

5.Gerakan Rakyat Pancasila menyerukan kepada penyelenggara negara untuk bersikap tegas tanpa kompromi kepada anasir yang merongrong dan hendak meruntuhkan Pancasila, NKRI, dan menganti Sang Saka Merah Putih. NKRI saat ini adalah NKRI yang telah teruji mengatasi berbagai upaya penghancuran baik dari dalam maupun dari luar, sebagaimana nyawiji-nya pemimpin Yogyakarta dan rakyatnya mempertahankan jiwa bangsa. Rawe-rawe rantas malang-malang putung. Suradira jayaning kang rat, lebur dening pangastuti.

Tidak hanya mengucapkan ikrar, sebanyak 18.000 nasi bungkus dibagikan kepada masyarakat di seputar Pagelaran Keraton Jogja dan Alun-Alun Utara untuk berbuka puasa. (TTN)

Tags: