Ribuan Mahasiswa Serukan Deklarasi Kebangsaan Melawan Radikalisme



Sebarkan :


Views: 19

Yogyakarta- Ribuan mahasiswa dari kampus se-DIY mengikuti deklarasi kebangsaan melawan radikalisme di Stadion Mandala Krida pada Hari Sumpah Pemuda, Sabtu (28/10/2017).

Sebanyak 15 ribu mahasiswa dari 60 kampus se-DIY menyerukan NKRI harga mati.

Sore itu, mereka mengucapkan Deklarasi Kebangsaan melawan radikalisme.

Adapun Deklarasi ini tercetus karena adanya kecenderungan muncul dan berkembangnya ajaran atau paham yang bersifat radikal di Indonesia.

Di mana paham itu mengajarkan kekerasan dalam mencapai tujuan, dengan mengatasnamakan suku, agama, ras dan antar golongan.

Paham-paham itu bertentangan dengan Pancasila dan membahayakan bangsa, negara dan kemanusiaan saat ini.

Atas hal itu maka, Perguruan Tinggi se-Indonesia mengambil sikap dan dengan tegas mencegah, melawan, radikalisme dan mengambil peran nyata dalam membela Pancasila dan keutuhan NKRI.

Bersama para pejabat mulai dari Gubernur DIY, aparat pemerintahan dan keamanan di DIY menyerukan Deklarasi Tolak Intoleransi dan Radikalisme Agama yang isinya sebagai berikut :

1. Satu Ideologi, Pancasila
2. Satu konstitusi, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945
3. Satu negara, negara kesatuan republik Indonesia
4. Satu semboyan, Bhineka Tunggal Ika
5. Satu tekad, melawan radikalisme dan intoleransi

Ketua Steering Commitee Deklarasi Kebangsaan Civitas Akademia, Pardimin, mengatakan tujuan utama dari deklarasi ini adalah menegaskan kembali UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI sebagai pilar utama dengan Pancasila sebagai landasannya.

Selain itu, kegiatan ini untuk menyerukan kepada masyarakat untuk senantiasa mengedepankan sikap persaudaraan dan cinta damai meskipun beda agama, suku, ras, dan golongan.

"Dengan semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, kita dapat memupuk persatuan dan kesatuan serta menjalin tali silaturahmi dengan semua stakeholder civitas akademika di wilayah DIY," ujarnya.

Sementara itu Organizing Commitee Agus Bintoro mengatakan problem yang dihadapi yakni radikalisme yang tumbuh subur di kampus-kampus di DIY.

"Jangan berikan sedikitpun mereka kesempatan untuk merongrong ideologi kita," tegasnya.

Ia menambahkan, sikap toleransi di antara warga masyarakat merupakan ciri utama negara Indonesia yang berprinsip kebangsaan.

Sebagai negara kebangsaan, setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama.

"Tidak pada tempatnya, jika ada warga bangsa yang atas dasar keyakinannya merasa paling benar, kemudian bertindak mengasi hak-hak warga negara lain dengan melanggar aturan hukum yang berlaku," tukasnya.

Tags: