Relawan Kocak Deklarasikan Dukungan Paslon Pilpres 2019



Sebarkan :


Views: 20

Solo- Puluhan relawan dari “Jokowi-Cak Imin” (Kocak) Kota Solo menggelar deklarasi dukungan terhadap pasangan politik tersebut dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Bukan tanpa alasan relawan Kocak itu memberikan dukungan. Dengan sejumlah pertimbangan, relawan yang banyak didominasi kalangan pegiat media sosial (medsos) di Kota Bengawan ini menyatukan visi dan misi untuk mengusung pasangan tersebut.

Wisnu Arya, satu Koordinator Relawan Kocak, saat deklarasi dukungan kepada Jokowi-Cak Imin di Kafe Am Pm, Solo, Minggu (26/11/2017), menuturkan, pihaknya memutuskan untuk mendukung Jokowi dan Cak Imin, karena keduanya dirasa cocok untuk memimpin Indonesia.

"Jokowi mewakili generasi tua yang tak diragukan lagi cara memimpinnya, sedangkan Cak Imin sebagai pionir generasi muda yang hebat. Kami sangat percaya keduanya cocok," jelasnya.

Selain kecocokan secara pemikiran, dirinya menjelaskan, pemilihan Jokowi dan Cak Imin karena keduanya mempraktekkan kemoderatan dalam beragama.

"Terlebih di belakang Cak Imin ada NU dan Banser yang merupakan garda terdepan muslim yang ramah," ungkap Wisnu.

Terkait perkembangan Relawan Kocak kedepan, Wisnu mengaku akan melakukan sosialisasi di tingkat Kecamatan di Kota Solo. Seiring dengan makin dekatnya Pilpres 2019 mendatang, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan melakukan ekspansi ke Kawasan Solo Raya untuk mengusung pasangan tersebut.

“Gerakan masif telah kita lakukan, baik melalui sosial media maupun secara fisik. Respon masyarakat pun terkait adanya Relawan Kocak juga positif,” katanya.

Melinda, Sekretaris Relawan Kocak, menuturkan, gerakan tersebut di antaranya sosialisasi terhadap anak-anak muda di Solo.

Melinda menilai, sosialisasi menjadi penting, karena saat ini anak-anak muda gampang termakan informasi hoax yang terdapat di sosial media.

"Situasi politik nasional dalam tiga tahun terakhir adalah perang kebencian yang menjurus pada fitnah dan produksi berita hoax. Semisal Pemerintahan Presiden Jokowi tidak berpihak kepada umat tertentu, itu tidak benar. Hoax itu harus diberantas dengan sosialisasi," terang Melinda.

Tags: