​Ratusan Anak Millennial Jatim Siap Viralkan Khofifah-Emil



Sebarkan :


Views: 37

Surabaya-Sekitar 500 lebih anak muda generasi millenial yang menamakan diri mereka sebagai Generasi Optimis Khofifah Emil (Gokil) melakukan deklarasi dan komitmen untuk memenangkan pasangan cagub dan cawagub Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah-Emil, di Geldboom Cafe Food Plaza, Sabtu (10/3/2018)

Anak-anak muda yang merupakan netizen aktif ini mendeklarasikan diri untuk membuat viral paslon Khofifah-Emil dan siap menyosialisasikan program yang diusung oleh pasangan tersebut.

Mereka yang datang di tempat ini adalah koordinator wilayah relawan Gokil yang ada di 38 kabupaten kota di Jawa Timur. "Kami di sini adalah gelombang anak muda yang aktif di sosmed dan punya keoptimisan yang sama untuk dukung pasangan calon yang sama yaitu bu Khofifah dan Mas Emil," ucap Ketua Gokil Bayu Anggara.

Para relawan Gokil ini datang dari banyak daerah. Mulai Banyuwangi, Jember, Probolinggo, Batu, Kediri dan banyak wilayah yang ada di Jawa Timur.

Dikatakan Bayu, kelompok anak muda ini akan berjuang dengan kekinian untuk memenangkan Khofifah-Emil. Mereka akan berkorban data, kuota, dan mengetik di media sosial untuk memprosikan visi misi yang diusung oleh Khofifah Emil. "Kami akan sosialiasikan program visi dan misi Bunda dan Mas Emil. Kita akan membantu memviralkan itu semua. Agar generasi millenial Jawa Timur paham siapa calon pemimpinnya," kata Bayu.

Menurut Bayu, mereka akan menjadi generasi melek teknologi dan menggunakan media sosial sebagai alat yang edukatif untuk Pilkada Jawa Timur. "Kenapa Gokil sangat penting untuk Jatim. Karena apa yang disampaikan Gokil akan jadi yang jadi referensi bagi kaum millenial yang mencari tahu siapa gubernur dan wagub mereka melalui medsos," ucap Bayu.

Anak-anak muda ini juga menciptakan jingle untuk Khofifah Emil. Yang digubah dan aransemen lirik dari lagu Payung Teduh dan Surat Cinta untuk Starla.

Sementara itu Emil Elestianto Dardak yang juga datang bersama Arumi Bachsin sangat mengapresiasi adanya Gokil ini. Emil menegaskan bahwa ciri generasi millenial adalah tidak mudah percaya. "Cirinya generasi millenial adalah tidak mudah percaya. Misal ada yanh bilang menggatiskan penddikan, menggelontorkan uang segini, mereka gak akan mudah percaya," kata Emil.

Bupati Trenggalek non aktif ini menyebut bahwa netizen dan generasi millenial suka pada pempin yang spontan dan responsif. Yang tidak terkungkung pada aturan. "Saya pernah diceritai oleh Bu Khofifah waktu peristiwa bencana di Papu, beliau yang Mensos ditelfon Pak Jokowi, apa bisa ke Papua. Lalu beliau menjawab, maaf Bapak saya sudah di Wamena. Spontanitas responsif, inilah yang disukai genetasi millenial," tegas peraih gelar Doktor di usia 22 tahun ini.

Lebih lanjut, disampaikan Emil, saat ini memang Indonesia sudah merdeka. Namun bukan berarti berjuang. Termasuk saat Pilkada, anak muda harus tidak antipolitik. Bahkan Emil mengajak anak muda untuk tidak pragmatis pada politik termausk Pilgub. Karena anak muda juga menentikan nasib bangsa ke depannya. "Saya mendengarkan paparaan Jokowi di Jakarta bahwa medsos bisa menjadi senjata ampuh untuk mengangkat bangsa untuk bisa berkembang, Maka jadikan Medsos untuk membangun politik cerdas dan kritis untuk mengenal paslon," pungkas Emil.

Tags: