PSBK Akan Adakan Pameran 'ALIANSI : Aku/Kamu/Kita/Mereka'



Sebarkan :


Views: 34

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) bakal menyelenggarakan pameran yang berjudul "ALIANSI : aku/kamu/kita/mereka" mulai 14 Oktober hingga 17 November mendatang.

Pameran yang akan dibuka pada tanggal 14 Oktober malam ini merupakan bagian dari penciptaan karya rupa “bertumbuh” (Project Rupa Tumbuh 2017) yang mendorong seniman dari berbagai disiplin untuk berkolaborasi.

Para seniman yang terlibat adalah Ahmad Abdushomad, Andrik Musfalri, Galuh Tulus Utama, Hangga Uka, Endang Setyoningsih dan Rafika Dian Aggraini.

Mereka terlibat dalam penyelidikan kreatif yang melibatkan masyarakat sebagai sumber penting bagi seniman.

Batas yang membedakan antara aku, kamu, kita, mereka, hanya berada dalam pikiran kita.

Batas yang tidak nampak, tetapi mempunyai efek yang nyata.

Batas tersebut juga mempengaruhi atau menentukan cara kita bersikap dan bertindak, baik terhadap diri kita maupun yang ada sekitar kita.

"Sering kita tidak memiliki kuasa untuk menentukannya atau membuatnya. Justru ada pihak-pihak di luar diri kita yang tanpa sepengetahuan atau seizin kita, yang melakukannya. Kita hanya tinggal mematuhi dan menjalankannya," kata Dian, Kamis (12/10/2017).

Sementara itu, Andrik menuturkan, bukan berarti diri kita tidak bisa berbuat apa-apa atas batas yang tidak nampak tersebut.

Kita sangat bisa mengganti, menghapus, atau menawar batas tersebut.

Dasarnya adalah kepentingan atau kebutuhan kita sendiri, baik atas diri sendiri ataupun atas apa yang berada di sekeliling kita, juga cara kita melihat dan menghargai diri kita sendiri, sebagai bagian dari sesuatu yang lebih besar dari kita sendiri.

Ruang seni rupa kali ini akan menggagas tentang batas tersebut.

Sebagai bagian dari program Seniman Pasca Terampil yang sudah berlangsung selama kurang lebih 7 bulan, mereka sebagai peserta program sudah sering harus menawar dan menggeser batas-batas tersebut sebagai bagian dari dinamika kelompok, antar peserta, peserta dengan PSBK, peserta dengan masyarakat yang mereka jumpai selama berada dalam program.

selain itu, Caglar Kimyoncu, seniman Inggris yang sedang menjalani program residensi di PSBK, juga terlibat dalam proses ini.

Dengan demikian, batas di satu sisi, semakin mudah terbangun, mengingat unsur-unsur pada kelompok semakin beragam.

Namun, di sisi lain, ini adalah kesempatan yang baik untuk meluaskan pemikiran dan menambah referensi mengenai keberagaman.

Tags: