​Produsen Emas Asal Bandung Luncurkan Perhiasan Karya Lulusan SMK



Sebarkan :


Views: 29

Surabaya-Lulusan SMK semakin diminati oleh industri karena bekal esiapannya untuk terjun di Industri. Seperti halnya industri untuk memproduksi perhiasan yang tiap tahunnya mencari lulusan SMK sebagai desainernya.

Hal ini juga dilakukan PT Hanadinata Abadi Tbk, yang meluncurkan tema baru untuk rangkaian produk unggulan (Signature product) perhiasan emasnya. Desain yang berjudul ‘Dari Hartadinata Untuk indonesia’ ini merupakan desain karya lulusan SMK yang telah direkrut Industr dari Bandung ini. Setidaknya saat ini ada 20 lulusan SMK yang bekerja sebagai desainer perhiasannya. “Kalau lulusan SMK iitu sudah siap dasarnya tinggal dipoles dan diarahkan. Kalau lulusan perguruan tinggi biasanya mereka sudah punya pakem khasnya mereka dan itu sulit diubah untuk mengikuti standar perusahaan,” ungkap Sandra Sunanto, Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk usai meluncurkan tema baruproduk unggulannya dalam acara Jewelry Fair Surabaya, Kamis (26/10/2017).

Tema yang diluncurkan kali ini juga merupakan hasil tantangan mendesains elama 2 minggu pad para desainer lulusan SMK. Para desainer ini kemudian harus menghasilkan 20 rancangan dalam 1 hari. Rancangan yang terpiiih kemudian diaplikasikan untuk diproduksi dan dipasarkan. Selain menggunakan desain buatan tangan, Hartadinata Abadi juga menggunakan program CAD dan mesin printing 3D untuk meningkatkan efisiensi dalam proses pra-produksinya, meminimalkan cacat pada produk jadi dan juga meminimaikan terbuangnya bahan baku dan jam kerja. “Kearifan lokal yang diangkat dalam tema ini hasil saya menantang para desainer untuk mempelajri kelokalan indonesia dan menyuguhkan buku batik,” urainya.

Sehingga, lanjutnya, banyak motif batiklawasan yang kemudain menjadi desain dalam perhiasan yng akan ia luncurkan di ebebrapa kota di Indonesia ini. Mulai dari liontin, kalung, anting, gelang, cincin didesain seperti flora dan fauna indonesia seperti komodo, bunga cendrawasih, harimau, kehijauan hutan tropis. Juga berbaagai motif batik parang, motif batik mega mendung, motif batik kawung, rumah adat Minangkabau, dan ukiran Jepara. “Selama ini saya mencari lulusan SMK tiap tahun, yang terbaru saya ambil fresh graduated 2 bulan lalu. Saya tempatkan di mess yanga ad di Bandung dengan gaji UMK di 3 bulan awal. biasnya saya cari di Jawa tengah dan jaw barat, tahun ini kami ingin mencari di Jawa timur juga,” lanjutnya.

Menurutnya, potensi lulusan SMK di dunia industri perhiasan sangat besar. Apalagi bisnis perhiasan memiliki pasar yang unik dan elit. Tetapi ia berharap adanya beberapa revisi kurikulum untuk jurusan seni kriya untuk lebih terfokus pada desain perhiasan.

Besarnya permintaan industri untuk lulusan seni kriya juga dibenarkan Kepala SMKN 12 Surabaya, Biwara Sakti Pracihara. Dikatakannya sebagai satu-satunya SMK di Surabaya yang emnyediakan jurusan seni kriya, sekolahnya cukup kewalahan memenuhi industri perhiasan di Surabaya. Padahal setiap tahunnya ia sudah menerima 3 kelas untuk jurusan tersebut. “Ketrampilan siswa kami memang semakin baik, bahkan kemarin juga mewakili indonesia untuk seni kriya dalam World Skill Competition d Abu Dhabi,”ungkap pria yang akrab disapa Praci ini.

Karena terbatasnya lulusan seni kriya, menurutnya jurusan seni rupa dan animasi menjadi alternatif. Sebab, dalam industri perhiasan saat ini tidak semuanya dilakukan dengan pekerjaan tangan. Produksi menggunakan komputer juga telah dilakukan industri.

Tags: