Polres Surakarta Gagalkan Penyelundupan Sabu-Sabu dari India



Sebarkan :


Views: 13

Solo- Upaya penyelundupan narkoba lintas negara kembali ditemukan di Jawa Tengah. Aparat Polresta Surakarta menggagalkan penyelundupan 316 gram sabu-sabu dari India yang dikirim melalui PT Pos Indonesia.

Dua tersangka bandar narkoba Coni Wisnu Dimarga (22) alias Kimin dan Agus Pujiyanto (23) alias Minthi yang diduga sebagai anggota jaringan narkoba internasional berhasil diringkus polisi. Selain menangkap tersangka , petugas berhasil menyita shabu-shabu yang diduga berasal dari India seberat 3, 16 ons setara dengan Rp 400 juta.

Kabid Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Solo, Gatot Sugeng Wibowo, menerangkan, awalnya paket sampai di Kantor Pos Solo pada Rabu (4/7/2018) dikirim dari India ke Jakarta.

"Mulanya paket itu dalam bentuk glondongan, tapi kita curigai dan kita urai ternyata ada paket dilakban dalam kemasan kosmetik," ujarnya saat gelar perkara di Mapolresta Solo, Rabu (11/7/2018).

Merasa curiga, paket kemasan itu diperiksa melalui alat sinar x-ray. Mesin mendeteksi bahwa terdapat barang yang dicurigai sebagai sabu-sabu. Setelah itu, ia melaporkan kepada polisi.

Polisi dengan sabar menunggu kiriman paket diambil, saat itulah ada pria yang belakangan diketahui bernama Coni alias Kimin warga Mangkubumen RT 002, RW 001, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, akhirnya ditangkap saat mengambil paket di halaman parkir Timur Kantor Pos Solo yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Solo.

Kapolresta Surakarta, Kombespol Ribut Hari Wibowo, didampingi Kasarnarkoba Polresta Solo, Kompol Edy Sulistiyanto, dalam konferensi pers di Mapolresta Surakarta, Rabu pagi, menjelaskan kedua tersangka hanyalah kurir. Dalam penyidikan diketahui penyelundupan sabu-sabu asal India itu dikendalikan seseorang dari dalam rumah tahanan (rutan) di Jawa Tengah.

Sementara itu, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, meminta jajaran Polresta Solo memberantas hingga bersih peredaran narkotika di Kota Solo.

Hukuman tegas, menurutnya harus diberlakukan bagi warga yang kedapatan terlibat dengan barang haram itu.

Pihaknya menyampaikan, pemberantasan narkotika di Kota Bengawan akan semakin digencarkan. Yakni dengan dibantu dengan adanya kinerja Badan Narkotika Kota (BNK) Solo yang sebentar lagi akan dibentuk.

"Nanti ada BNK, narkoba akan diberantas dan ditekan hingga akarnya," beber dia.

Kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider 112 ayat (2) Undang-undang (UU) No. 35/2009 tentang Narkotika. Keduanya diancam pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda

Tags: