Polda DIY Tetapkan 3 Mahasiswa Sebagai Tersangka



Sebarkan :


Views: 41

Yogyakarta- Polda Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan tiga oknum mahasiswa sebagai tersangka dalam kasus demonstrasi yang berujung pembakaran pos polisi lalu lintas di Simpang Tiga Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, pada Selasa (1/5/2018), bertepatan dengan Hari Buruh Internasional.

“Dari hasil penyelidikan, dai 69 yang kita amankan kemarin, sementara ini ada tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka” ujar Kapolda DIY Brigjend Pol Ahmad Dofiri, Rabu (2/5/2018).

Ketiga tersangka masing-masing berinisial AR, IB, dan MC. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka karena melempar molotov ke pos polisi, merusak, dan menjadi provokator.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Kombes Hadi Utomo menambahkan penetapan tersangka berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti yang diperoleh penyidik.

"Ketiga tersangka ini sudah diperiksa sebagai tersangka, dan sudah dilakukan penahanan. Memang cepat penetapan tersangkanya, tapi penyidik bekerja sesuai SOP dan ada alat bukti sudah cukup lengkap dan keterkaitan dengan akhir kegiatan yakni pembakaran pos polisi," katanya.

Ia mengatakan, para tersangka dijerat Pasal 160,170, dan 406 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun.

“Sehingga kami melakukan penahanan untuk para tersangka karena ancaman hukuman di atas lima tahun. Saat ini, hasil pemeriksaan mereka mengaku mahasiswa dari dua perguruan tinggi di Sleman, Yogyakarta, tapi saya tegaskan kegiatan ini tanpa sepengetahuan pihak kampus dan tidak ada pemberitahuan kepada polisi" ujarnya.

Sementara dari 69 peserta aksi unjuk rasa yang berakhir rusuh, polisi mendapati satu mahasiswa yang positif narkoba. Pemuda berinisial BV dinyatakan oleh polisi positif ganja, sabu-sabu, ekstasi dan obat penenang.

“BV berbeda dari tiga tersangka, dia positif narkoba yakni ganja, sabu-sabu, ekstasi dan obat penenang. Kami sudah amankan juga,” ungkapnya lagi.

Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto menambahkan pihaknya menyita berbagai alat bukti seperti puluhan molotov, plastik berisi solar, batu hingga tulisan yang bernada ancaman. "

Kami amankan sebagai barang bukti dan kemungkinan tersangka bertambah sangat bisa terjadi karena penyelidikan terus dilakukan," tegasnya.

Tags: