​Polda DIY Gelar Konferensi Pers Terkait Operasi Curat Progo



Sebarkan :


Views: 33

Sleman- Polda DIY menggelar Operasi Pencurian dengan Pemberatan (Curat) Progo selama 12 hari. Hasilnya, sebanyak 60 pelaku curat ditangkap dari seluruh wilayah DIY.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda DIY, Kombes Pol Dr Hadi Utomo, SH, MHum, mengatakan operasi yang dilaksanakan sejak 3 April hingga 16 April 2018 digelar untuk menekan kasus kriminal.

"Operasi ini untuk mengungkap dan menekan angka kriminalitas serendah mungkin dalam rangka cipta kondisi menjelang Ramadan," ujar Hadi Utomo saat jumpa pers di Mapolda DIY, Rabu (18/4/2018).

Hadi Utomo menjelaskan bahwa pencurian dirumamh kosong masih mendominasi kasus curat yang diungkap pihaknya selama operasi tersebut.

Diungkapkannya, bahwa rumah tersebut memang dalam keadaan kosong karena sang pemilik berada di luar DIY dan berada dirumah tersebut saat akhir pekan saja.

“Jadi modusnya mengamati dulu dan setelah tahu kosong, pelaku langsung beraksi, tapi karena petunjuknya lengkap kami bisa langsung tangkap pelakunya”ujarnya.

Terkait banyaknya pencurian rumah kosong, Hadi menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan keamanan rumahnya dengan memasang kamera CCTV.

“Diharap pemilik rumah lebih memperhatikan keamanan rumah, bisa dengan swadaya pasang CCTV dan bisa menitipkan ke security setempat jika ditinggal lama. Selain itu, dihimbau jangan beri tanda kalau rumah itu kosong, seperti lampu yang nterus baik siang dan malam hari” tuturnya.

Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto menambahkan, para pelaku diringkus oleh Resmob Polda DIY dan Reskrim masing-masing Polres. Dari 41 kasus yang diungkap, 20 kasus merupakan target operasi dan 21 kasus non target operasi.

"Selama operasi, ada tren peningkatan tindak pidana curat dibandingkan pekan sebelumnya. Angkanya di posisi kedua setelah kasus narkotika," jelasnya.

Sejumlah barang bukti turut diamankan yakni mobil, motor, perhiasan, ponsel, sepeda, pakaian, helm, laptop, tas, cengkeh, gabah, kamera, bel andong, kincir dan alat sebagai sarana melakukan tindak kejahatan.

Tags: