PM Australia: ASEAN Gunakan Pengaruhnya Jaga Perdamaian



Sebarkan :


Views: 46

Sydney- Para pemimpin dari negara ASEAN dan Australia memulai rapat pleno dalam ASEAN-Australia Special Summit 2018 yang diadakan di Sydney.

"Selama 50 tahun terakhir, ASEAN menggunakan pengaruhnya untuk membangun perdamaian, mendorong kerja sama ekonomi dan mendukung ketertiban kawasan, dan kami berkomitmen penuh ada di belakang ASEAN untuk menjaga perdamaian yang merupakan hak semua bangsa," kata Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull di International Convention Center, Sydney, Sabtu (17/3)

PM Turnbull mengutip pernyataan mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew yang mengatakan pihaknya ingin suatu kawasan dimana ikan besar tidak memakan ikan kecil dan ikan kecil memakan udang. Suatu kawasan dimana semua orang dengan berbagai latar belakang dihormati kedaulatannya dan dapat menentukan keputusan mereka sendiri.

"Kepentingan kami adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja dan agen keamanan dapat menjaga dari teroris dan ancaman lain sehingga kita perlu bekerja sama dan merekatkan hubungan para pelajar, komunitas, institusi pendidikan, olahraga dengan prinsip saling menguntungkan," jelas PM Turnbull.

Dalam pleno juga dibicarakan mengenai ancaman keamanan termasuk dari Korea Utara.

Sementara PM Singapura Lee Hsien Loong mengatakan bahwa antara ASEAN dan Australia berbagi nilai yang sama seperti perdagangan bebas, kerja sama multilateral dan menaati aturan. "Kerja sama komprehensif kita berdasarkan tiga pilar komunitas ASEAN untuk merekatkan hubungan antarmasyarakat dengan pertukaran pelajar, pelaku usaha dan wisatawan," kata PM Lee.

Sedangkan di bidang keamanan, Australia dinilai sudah menjadi mitra strategis jangka panjang dan akan masuk dalam kerja sama baru di bidang keamanan siber.

Para pemimpin yang hadir dalam pleno adalah Perdana Menteri Laos Thongloun Sisoulith, Presiden Indonesia Joko Widodo, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha, Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc, Menteri Luar Negeri Filipina Alan Peter Cayetano, pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Sumber: BeritasSatu.com

Tags: