Pertamina: Elpiji 3 Kg Langka karena Permintaan Meningkat



Sebarkan :


Views: 184

Jakarta - PT Pertamina (Persero) melihat kondisi kelangkaan stok Liquid Petroleum Gas (LPG atau elpiji) bersubsidi tabung 3 kilogram disebabkan kenaikan permintaan masyarakat yang meningkat di awal Desember 2017.

Untuk memenuhi permintaan stok dari masyarakat tersebut, pihak Pertamina menaikkan produksi dari yang normal 20 ribu metrik ton per hari menjadi 23-24 ribu metrik ton.

"Kami juga agak kaget karena kenaikan permintaan tabung 3 kg dari masyarakat ini meningkat sejak pekan pertama Desember, padahal sebelumnya pertengahan hingga akhir libur Natal dan Tahun Baru," ujar Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero), Muchamad Iskandar, Jumat (8/12) pagi di Gedung Pertamina, Jakarta Pusat.

Untuk memenuhi permintaan masyarakat yang meningkat lebih awal , maka pada Desember 2017 diperkirakan penyaluran elpiji melebihi kuota sekitar 1,6 persen di atas kuota yang diberikan pemerintah APBN-P 2017 sebesar 6,199 juta metrik ton.

"Stok elpiji kita saat ini 18,9 hari, di atas stok minimal 11 hari. Sampai akhir November 2017, penyaluran elpiji 3 KG bersubsidi mencapai 5,750 juta metrik ton," tambah Iskandar.

Ia menyebutkan pihaknya juga dalam waktu dekat akan melepas tim satgas persiapan BBM dan ketersediaan elpiji untuk menghadapi libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

"Pertamina pada Maret 2018 nanti juga akan mengeluarkan produk baru tabung 3 kg non-subsidi untuk mengurangi disparitas harga dengan produk subsidi," jelasnya.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mendeteksi adanya penimbunan atau pengoplosan tabung gas 3 kg bersubsidi yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab.

SVP Non Fuel Marketing Pertamina (Persero), Basuki Trikora Putra menyebutkan pihaknya sudah menyalurkan sedikitnya 590.000 tabung gas elpiji 3 kg bersubsidi selama terjadi kelangkaan pada 4-9 Desember.

Untuk Jakarta Utara mendapatkan kuota operasi pasar 12.480 tabung, Jakarta Barat 40.320 tabung, Jakarta Timur 39.920 tabung, Jakarta Selatan 34.880 tabung, dan Jakarta Pusat 25.000 tabung.

"Harga eceran tertinggi Rp 16 ribu untuk tabung 3 kg perbedaan harga Rp 5 ribu/kg untuk subsidi, dan Rp 11 ribu/ kg untuk non subsidi," jelas Basuki.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM Harya Adityawarman menyebutkan kelangkaan gas elpiji 3 kg bukan karena rencana sistem distribusi tertutup yang akan diberlakukan dalam waktu dekat.

"Infrastruktur sistem distribusi tertutup itu masih kita rancang, nanti ada 25,7 juta rumah tangga KK yang akan mendapatkan sistem distribusi tertutup tabung gas 3 kg bersubsidi. Sistem validasi pemberian tabung 3 kg itu ada di Kementerian Sosial dengan istilah bantuan sosial," kata Harya.

Sumber : Beritasatu.com 

Tags: