Pendidikan Politik Diusulkan Masuk Kurikulum Sekolah



Sebarkan :


Views: 118

Jakarta - Ketua Asosiasi Pengusaha dan Penggiat Sistem Point of Sales (POS), Riza Villano SP, mengusulkan agar pendidikan politik masuk kurikulum sekolah sedini mungkin. Hal itu bertujuan memberikan pemahaman tentang kondisi politik ideal yang sebenarnya.

"Pendidikan politik bisa dimasukan ke dalam kurikulum sekolah. Terlebih, sekarang ini banyak politisi yang hanya peduli dengan kepentingan pribadi dan golongannya," ujar Riza dalam acara Forum Operator Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) DKI Jakarta, di Asrama Haji, Pondok Gede, Sabtu (24/2).

Menurut Riza, PAUD sendiri memiliki peran penting dalam menciptakan calon pemimpin masa depan. Pendidikan anak usia dini, kata dia, dalam konsep pembinaan dan pengembangan potensi anak, berhubungan erat dengan pembentukan karakter manusia seutuhnya.

"Tidak dapat dipungkiri, pendidikan bagi anak usia dini merupakan basis utama pembentukan karakter manusia Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," jelasnya.

Riza mengatakan, pendidikan politik yang baik juga harus ditanamkan kepada generasi penerus bangsa, agar kelak menjadi pemimpin yang baik dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. "Apalagi, kondisi politik terkini sudah sangat berkembang," jelasnya.

Riza menambahkan, apabila pendidikan politik masuk dalam pelajaran sekolah, diharapkan muncul calon pemimpin Indonesia kelak yang lebih berkualitas, memiliki jiwa anti korupsi serta cinta terhadap kepentingan rakyat.

"Kita harus mengajarkan sedini mungkin bahwa menjadi pemimpin negara itu penting, korupsi itu jahat dan tidak bagus, serta kepentingan rakyat merupakan hal yang paling utama," tambahnya.

Sumber: BeritaSatu.com

Tags: