Pemukulan Driver Taksi Online di Bandara Adisutjipto Yogyakarta



Sebarkan :


Views: 62

Sleman- Perseteruan taksi online dan taksi konvensional kembali terjadi di lingkungan Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Kamis (31/5/2018) malam. Bahkan dalam peristiwa tersebut, sejumlah pengemudi taksi online sempat menjadi korban pemukulan oleh petugas keamanan setempat dan juga pengemudi taksi konvensional.

Akibat insiden ini seorang sopir taksi online yang mengalami luka langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polda DIY. Pertemuan antara pihak yang terlibat dalam insiden ini pun langsung dilakukan pada Jumat (1/6/2018) sore di kantor Angkasa Pura (AP) I. Pertemuan tersebut dihadiri kuasa hukum sopir taksi online, Komandan Satuan Polisi Militer (Dansatpom) Lanud Adisutjipto, Genaral Manager AP I, dan sejumlah perwakilan sopir taksi online.

Purnomo Susanto SH, selaku kuasa hukum taksi online mengatakan awal mula insiden pemukulan tersebut berawal saat seorang driver online bernama Aditya tengah mengantar salah seorang customer dari Kota Gede karena barang bawaannya tertinggal di Bandara Adisucipto.

Karena sudah langganan maka diantarlah oleh driver tersebut ke tempat parkir sebelah timur Bandara Adisucipto sekitat jam 8 malam.

Ketika penumpang itu telah mengambil tas dan kembali masuk ke mobil, tiba-tiba didatangi sopir taksi konvensional yang beroperasi di Bandara Adisutjipto.

"Tahu Aditya driver online, dibawa sopir taksi bandara ke kantor dan dimintai kartu identitasnya. Tapi ditolak karena merasa tidak berwenang meminta kartu identitas," jelasnya.

Dilanjutkannya, sopir taksi bandara tersulut emosi dan memukul wajah, kepala, dan punggung Aditya. "Yang mukul itu sopir taksi bandara, jumlahnya banyak," sebut Purnomo.

Setelah itu, korban memberitahu rekan-rekannya sesama driver online dan datang 5 rekan korban yang berusaha memediasi korban dengan para sopir taksi bandara.

Saat dilakukan mediasi, salah seorang rekan korban mengambil video mediasi yang belangsung, namun ada beberapa supir taksi Bandara yang melakukan provokasi hingga suasana menjadi ricuh.

"Saat kericuhan, mas Manto dan mas Joko kena pukulan dari oknum Pom AU, yang jelas orang itu berseragam aparat. Satu orang yang melakukan pemukulan itu," ujarnya.

"Setelah kejadian, kami sudah lapor ke Polda untuk pengeroyokan yang dilakukan supir taksi Bandara terhadap Aditya. Laporan ini terkait pemukulan dan pengeroyokan yang dialaminya. Jadi ini pengeroyokan pasalnya 170 ayat 1 KUHP tentang pengeroyokan secara bersama-sama," imbuhnya.

Purnomo menerangkan seorang korban lainnya juga melaporkan pemukulan yang dialaminya. Pemukulan ini diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI AU. Sehingga pemukulan ini dilaporkan ke POM AU dengan harapan dapat diproses secara hukum militer.

"Tadi sudah dijamin oleh Dansatpom Lanud Adisutjipto bahwa proses hukum akan tetap berjalan dan kami akan terbuka dalam proses hukum ini. Dari pihak POM AU sangat baik sekali menyambut kami, sangat baik memberikan kesempatan kepada kami untuk melakukan proses hukum," terangnya.

Sementara itu, General Manager PT AP I (Persero) Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama mengatakan, kejadian ini sudah yang kesekian kalinya. Untuk berkegiatan usaha di bandara ada proses yang harus dilalui sesuai prosedur yang berlaku.

"Namun kami juga turut mengimbau kepada seluruh mitra usaha di bandara untuk turut menjaga kondusivitas kegiatan usaha," ujarnya.

Tags: