​Pemerhati Sejarah Surabaya Serukan Pilkada Damai



Sebarkan :


Views: 92

Surabaya-Jawa Timur merupakan barometer politik di Indonesia. Hal tersebut tergambar dari total penduduk yang mencapai sekitar 38 Juta dan terdiri dari 38 Kabupaten/Kota. Oleh karena itu, jika situasi keamanan, ketertiban maupun suasana daerah yang ada di Jatim bergejolak maka secara otomatis akan turut mempengaruhi stabilitas politik nasional.

Hal ini disampaikan Pemerhati Sejarah dan Budaya Surabaya, Freddy H Istanto, Senin (19/3/2018). Menurutnya, para pemimpin di Jawa Timur yang akan datang hendaknya mampu menjadi role model politik di Indonesia yang berwawasan luas. “Pimpinan Jawa Timur mendatang harus berwawasan milenial atau kekinian agar bisa membawa Jatim lebih sejahtera lagi,” katanya.

Freddy yang juga sebagai Direktur Sjarekat Poesaka Soerabaja ini meminta agar Calon Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2019-2024 untuk berani berlaku bersih, jujur dan amanah. “Dan mampu tingkatkan perekonomian rakyat dengan mengurangi kantung-kantung kemiskinan,” jelasnya.

Seruan Pilkada damai juga tak luput Freddy gaungkan. Pasalnya, deklarasi kesepakatan damai yang dilakukan oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur bertujuan untuk membangun kepatuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku dengan membangun budaya yang aman, santun, damai dan bermartabat.

Masyarakat Jatim, kata Freddy, memiliki budaya berfikir secara terbuka dan menyukai suasana maupun kehidupan yang damai. Dan juga sangat terbuka untuk mentaati setiap peraturan perundangan yang berlaku. “Ini menyadarkan kembali bahwa kehidupan antar sesama membutuhkan suasana yang harmoni,” tuturnya.

Tags: