Pemda DIY Robohkan Gedung Eks Bioskop Indra



Sebarkan :


Views: 49

Yogyakarta- Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memulai proses pembangunan Sentra pedagang kaki lima (PKL) dengan merobohkan gedung bekas Bioskop Indra, Rabu (28/3/2018). Bentuk fasad Bioskop Indra akan tetap dipertahankan pada bangunan Sentra PKL itu.

Pembongkaran berjalan sejak pagi dan berjalan lancar. Dalam eksekusi lahan, Pemda DIY turut melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan kepolisian. Ketika eksekusi hendak dilakukan, Sukrino Wibowo, orang yang mengklaim sebagai ahli waris sah lahan eks Bioskop Indra, sempat melakukan penolakan dengan menghadang pergerakan alat berat.

Namun, aksi Sukrisno tak berlangsung lama. Meski sempat saling dorong dengan aparat Satpol PP dan kepolisian, kericuhan berhasil diredam.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY, M. Mansur mengungkapkan bahwa fasad Gedung sentra PKL akan dibentuk sesuai dengan wujud depan Bioskop Indra.

Dengan demikian, walaupun bangunannya baru, tapi bentuk depannya menyerupai bangunan yang telah dirobohkan, agar jejak sejarah tidak sirna. “Namanya replikasi,” ucapnya di sela-sela eksekusi lahan.

Pembongkaran eks bioskop Indra sebagai bagian dari revitalisasi Malioboro. Pembersihan bangunan eks Bioskop Indra dilakukan secepatnya. Eks bioskop Indra ini nantinya akan dibangun gedung berantai 3 yang dipergunakan untuk PKL. Selain PKL juga akan jadi tempat dagangan PKL dan sebagian untuk parkir.

"Tahun ini kita targetkan selesai," ujar Mansur.

Sementara Kepala Biro Hukum Pemda DIY Dewo Isnu Broto menyampaikan agenda merobohkan bangunan eks Bioskop Indra dilakukan sesuai timeline pembangunan sentra PKL untuk penataan kawasan Malioboro. Menurut dia, Pemda DIY memiliki dasar hukum dibuktikan dengan sertifikt atas 5170 meter tanah yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasiona (BPN) tahun 2013 lalu.

“Sertifikat sudah hak milik Pemda, dikeluarkan oleh institusi sah dan dikeluarkan tahun 2013. Saat ini baru kita bangun dan ada waktu 5 tahun untuk negosiasi dengan beliau (Sukrisno) agar bersedia pindah untuk kepentingan umum. Ini tanah negara dan Pemda mengajukan pada negara. Kami berikan tali asih pada 9 penghuni karena ini bentuk perhatian pada penghuni,” tegasnya.

Tags: