​Pebisnis Muda Sering Gagal Terganjal Modal



Sebarkan :


Views: 130

Surabaya-Keinginan anak muda untuk terjun ke dunia bisnis sangatlah tinggi. Namun, tidak sedikit pula modal menjadi penghalangnya. Padahal, dalam menekuni dunia bisnis yang paling utama adalah sebuah kepercayaan.

Hal ini ditegaskan Dahlan Iskan dihapadan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya, Rabu (13/12/2017). Ia meminta para generasi muda yang ingin mulai berbisnis untuk tidak mengeluh soal modal. “Kalau masih mengeluh soal modal, waktu anda akan habis untuk memikirkan modal. Saya selalu mengatakan bahwasannya orang yang selalu mempersoalkan moda itu pada dasarnya tidak ingin jadi pengusaha,” terangnya.

Mantan Menteri BUMN ini memaparkan, jika ingin terjun ke dunia bisnis harus dengan kesabaran untuk menemukan ‘dewa’. Artinya, di dalam berbisnis itu tidak boleh asal-asalan dan tidak berambisi mencapai yang tertinggi. “Dalam dunia bisnis itu dimulai dari hal yang kecil dan fokus. Tidak ada bisnis yang instan dan langsung menjadi besar dalam sekejap,” jelasnya.

DI memberikan istilah dua pilihan, bisnis ingin tinggi seperti Gunung Semeru atau rendah seperti Gunung Kawi? DI justru mengajak untuk memilih Gunung Kawi lantaran terkenal akan laris manisnya. Selain itu, para pebisnis harus pandai menciptakan emosi kepada orang untuk membeli. “Tantangan berikutnya adalah menciptakan daya tarik dan meningkatkan mutunya.

Menurut pria yang memulai karirnya sebagai reporter ini, seorang pebisnis harus membulatkan tekad dan niatnya terlebih dahulu dalam menjalankan bisnis. Niat yang lurus akan menjadi langkah utama kesuksesan. Pemantapan niat juga akan menghasilkan tingkat kefokusan untuk berbisnis di bidang tersebut akan meningkat secara menyeluruh. “Pebisnis harus meluruskan niat dan perencanaan yang jelas agarlebih fokus dakam bidang yang dijalaninya,” tuturnya.

Pebisnis, lanjut DI, juga harus siap untuk ditipu dalam bertransaksi. Sebab, proses tersebut akan mendorong dalam berpikir secara cerdik dan tanggap. “Sehingga pebisnis selalu siap menghadapi berbagai macam karakter konsumen mereka,” pungkasnya.

Tags: