​Parkir Zona Disosialisasikan dan Segera Terapkan Parkir Progresif



Sebarkan :


Views: 24

Surabaya-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menambah 14 titik ruas untuk parkir zona di Kota Surabaya. Melalu Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, pemkot melakukan sosialisasi di semua titik parkir zona tersebut, Senin (6/11/2017).

Kepala UPT Parkir Dishub Surabaya, Tranggono mengatakan sosialisasi hari ini dilakukan secara menyeluruh dan berjalan lancar. Ia juga menyampaikan sosialisasi ini sangat penting karena saat ini parkir zona di Surabaya sudah bertambah 97 titik, setelah penambahan 14 ruas. "Tadi kami juga bagikan leaflet, rompi, karcis dan sms gateway di semua lokasi," ujar Tranggono.

Selain menerapkan parkir zona di 97 titik ruas jalan, Kota Surabaya juga akan memberlakukan parkir progresif di dua lokasi. Yakni di Taman Bungkul dan Balai Kota atau Jl Sedap Malam Surabaya. "Per 1 Desember parkir progresif di dua lokasi itu akan diberlakukan. Selain dikenakan tarif parkir masuk lokasi juga berlaku tarif per jam setelah parkir," terangnya.

Dua lokasi itu akan menjadi pilot project pemberlakuan parkir progresif di Surabaya.Saat ini, baik di Balai Kota maupun di Taman Bungkul sudah dipasang alat parkir meter. Alat ini akan secara otomatis menghitung durasi dan lama setiap kendaraan yang parkir. Semua akan terdeteksi mulai kendaraan tiba di parkiran hingga meninggalkan parkiran yang sama.

Berapa tarif parkir progressif itu, Tranggono mengaku masih menghitung rumusan yang pasti. "Yang jelas harus lebih murah dari parkir progresif di mal," ucapnya.

Saat ini parkir di dua lokasi itu berlaku parkir zona. Mobil yang parkir dikenakan tarif 5.000 selama tidak meninggalkan lokasi. Berapa pun lama waktu parkir. Untuk motor dikenakan tarif Rp 2.000 di Balai Kota dan Taman Bungkul. Belum tahu, apakah parkir progresif ini hanya berlaku untuk mobil seperti di Bandara Juanda atau semua kendaraan termasuk motor.

Tranggono mengungkapkan masih mencari formula yang tepat. Begitu juga besaran parkir tarifnya masih dihitung. Bisa jadi setelah satu jam pertama akan dikenakan tarif Rp 2.000 atau lebih. Atau cukup Rp 1.000 setiap satu jam. "Semua masih kami rumuskan," pungkasnya.

Tags: