​Parade Surabaya Juang 2017



Sebarkan :


Views: 23

Surabaya-Menyambut Hari Pahlawan 10 November, Kota Surabaya punya caranya sendiri, yakni dengan menggelar Parade Surabaya Juang, Minggu (5/11/2017). Diselenggarakan oleh Pemerintah Kota bekerjasama dengan Komunitas juang Surabaya, tahun ini parade juang sudah masuk ke penyelenggaraannya yang ke-9. Tugu Pahlawan menjadi lokasi pembuka dan pemberangkatan peserta parade, yang dimulai pukul 07.00 WIB

Sebelum pemberangkatan, parade juang dimeriahkan dengan aksi teatrikal perjuangan Arek-Arek Suroboyo saat melawan sekutu pada tahun 1945 silam. Dilanjutkan dengan penyerahan plakat (prasasti kemenangan perjuangan) kepada Walikota, kemudian menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Parade Surabaya Juang tahun 2017 melibatkan ratusan peserta atau sekitar 28 unsur komunitas, yang berasal dari Tentara Nasional Indonesia, Pegawai di Pemerintahan Kota Surabaya, para siswa dan siswi dari beberapa sekolah di Surabaya dan dari beragam Komunitas Pemuda yang ada di Kota Surabaya. Peserta mengenakan kostum sesuai dengan tema masing-masing komunitas yang menggambarkan suasana pertempuran di Surabaya.

Diantaranya ada Paskibraka Kota Surabaya, Barisan Panser, TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polrestabes, Kolonel Senapan Korem, Drumband Corps Surabaya, Barisan Pengibar Merah Putih, Derap Putra NU, Barisan Laskar Hisbullah, Laskar Bambu Runcing Arek Suroboyo Wetan, Barisan Laskar Putri, Laskar Arek Surabaya, Laskar Pejuang arek Suroboyo, Kirab Kadipaten Suroboyo, Barisan Pramuka, Barisan Bumi Putra, Barisan Sepeda Kuno, Gita Jala Sena Hangtuah, Barisan Jeep, dan lainnya. Terdapat beberapa dari kelompok peserta parade yang juga menampilkan teatrikal singkat ditengah-tengah perjalanan.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini beserta rombongan mengikuti rute parade dengan menaiki mobil tank yang telah disiapkan oleh Barisan Panser, diikuti dengan peserta parade dibelakangnya. Rute parade dimulai dari Tugu Pahlawan menuju ke Jl. Tunjungan (Gedung Siola dan Hotel Majapahit), Jl. Gubernur Suryo (depan Gedung Negara Grahadi), Jl. Panglima Sudirman (Monumen Tugu Bambu Runcing), Jl. Polisi Istimewa (Monumen Polri), Jl. Darmo (Sekolah Santa Maria) dan selesai di Taman Bungkul. Selama berlangsungnya parade, dilakukan penutupan jalan pada rute tersebut. Warga antusias menonton memenuhi pinggir jalan pada rute perjalanan Parade Surabaya Juang 2017.

Aksi teatrikal juga dipentaskan di kawasan Siola untuk menggambarkan perang TKR laut, lalu ada aksi teatrikal perobekan bendera Belanda di Hotel Mojopahit yang dilanjutkan pembacaan puisi "Surabaya" karya K.H. Mustofa Bisri (Gus Mus) oleh Walikota Surabaya. Kemudian teatrikal perang 10 November digelar di depan Grahadi, lalu di Tugu Bambu Runcing dan Polisi Istimewa-Santa Maria.

Ratusan Polisi dikerahkan mengamankan dan mengawal rute perjalanan parade, untuk keselamatan pengguna jalan, serta agar parade dapat berjalanan lancar dan mengantisipasi terjadinya hal yang tak diinginkan. Sekitar pukul 10.30 wib, rombogan Walikota telah sampai di Taman Bungkul, yakni lokasi penutupan parade juang, disusul oleh peserta parade. Penutupan parade juang dihadiri juga oleh Para Veteran Pejuang Kemerdekaan Indonesia di masa lampau.

Setelah seluruh peserta parade sampai di Taman Bungkul dan memberi hormat kepada Para Veteran, Walikota beserta rombongan dan tamu, penutupan parade pun berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Diselenggarakannya Parade Surabaya Juang ini, diharapkan masyarakat dapat mengingat kembali jasa para pahlawan dan menumbuhkan semangat perjuangan melanjutkan kemerdekaan Indonesia, khususnya bagi generasi muda bangsa.

Tags: