Papua Barat Jadi Titik ke 31 BBM Satu Harga.



Sebarkan :


Views: 22

Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meresmikan lembaga penyalur program BBM satu harga, yakni SPBU Kompak di Distrik Sausapor, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. SPBU Kompak tersebut merupakan titik ke-31 lembaga penyalur BBM satu harga yang telah diresmikan sepanjang tahun 2017.

"Alhamdulillah, sudah 31 lembaga penyalur yang telah diresmikan. 29 oleh Pertamina dan 2 oleh badan usaha swasta, ini luar biasa perhatian Pemerintah," kata Kepala Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas Fanshurullah Asa dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (26/11).

Distrik Sausapor, berjarak sekitar 150 kilometer (km) arah utara dari Sorong, Ibu Kota Provinsi Papua Barat. Untuk menjangkau Distrik Sausapor, perjalanan ditempuh melalui jalur darat selama 4 jam dari Kota Sorong. Perjalanan dengan medan yang berat serta melalui hutan dan bukit yang curam. Kondisi jalan pun sebagian besar tidak beraspal.

Sebelum adanya SPBU Kompak ini, warga Distrik Sausapor membeli BBM dari pengecer dengan harga berkisar Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per liter. Dengan adanya SPBU Kompak di Distrik Sausapor, kini masyarakat Tambrauw dapat memperoleh BBM dengan harga Rp 5.150 untuk Solar dan Rp 6.450 untuk Premium, sama seperti harga di Pulau Jawa.

Fanshurullah mengatakan setelah berdirinya SPBU di Tambrauw, pemerintah daerah harus memastikan berjalan dengan baik dan penjualannya betul-betul untuk masyarakat kecil. "Kami meminta Wakil Bupati untuk menjaga ini, pengendalian distribusi dan penjualan harus diperhatikan, jangan sampai ada yang datang jauh-jauh dari desa ke sini, BBM habis, kasian. Tolong ini diawasi," ujarnya.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Harya Adithyawarman menuturkan terwujudnya BBM satu harga di wilayah pelosok Papua Barat adalah hasil sinergi yang baik antara Kementerian ESDM, BPH Migas dengan pemerintah daerah bersama Pertamina dalam mendukung program Nawacita di sektor energi. "Tanpa sinergi yang baik ini, program BBM Satu Harga tidak akan terwujud. Ini adalah wujud nyata niat baik pemerintah pusat untuk benar-benar apa yang menjadi program Nawacita bisa terwujud di bumi Papua dan seluruh Indonesia," ujarnya.

Wakil Bupati Tambrauw, Mesakh Matusala menyambut baik program BBM satu harga di wilayahnya. Dia berharap BBM satu harga ini dapat berkontribusi positif terhadap perekonomian daerah dan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar. "Saya harap ini mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah, meningkatkan taraf hidup masyarakat serta manfaat lain bagi warga masyarakat di sini," ujarnya.

SPBU Kompak di Distrik Sausapor memiliki kapasitas tangki Premium dan Solar masing-masing sebesar 10 kiloliter. Pasokan BBM untuk SPBU Kompak ini disuplai dari Terminal BBM Sorong.

Sesuai roadmap BBM Satu Harga, pada tahun 2017 akan didirikan 59 lembaga penyalur, dengan perincian 54 penyalur Pertamina dan 5 penyalur swasta, yaitu PT AKR.

Sumber :Beritasatu.com 

Tags:

#papua #bbm