​Pameran Pendidikan Belanda Hadir di Surabaya



Sebarkan :


Views: 15

Surabaya-Negara Belanda rupanya menjadi salah satu negara yang paling diminati pelajar Indonesia untuk menuntut ilmu. Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang memilih melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri. Negeri Kincir Angin ini dinilai bahwa kualitas pendidikannya cukup bagus dibanding negara Eropa lain. Selain itu, biaya pendidikan dan hidupnya lebih terjangkau.

Hal ini diungkapkan Direktur Nuffic Neso Indonesia Peter van Tuijl disela meninjau pameran pendidikan bertajuk Dutch Placement Day. Menurutnya, sejumlah perguruan tinggi di Belanda mampu mencatat reputasi internasional. Bahkan, Belanda masuk peringkat empat untuk jumlah universitas terbanyak dalam 200 besar rangking dunia. Tentu saja ini tak lepas dari kualitas pendidikannya yang bagus dan terjaga. “Ongkos hidup di Belanda kurang dari 1.000 euro, relatif lebih murah bila dibandingkan dengan di Inggris atau Amerika Serikat,” katanya.

Selain itu, lanjut Peter, Negara Belanda juga relatif aman dari berbagai ancaman radikalisme dan terorisme. Ia mengutarakan bahwa sampai sekarang ini belum ada kejadian besar yang menyangkut hal itu. Sisi lain yang dapat menarik minat masyarakat Indonesia pada umumnya adalah kedekatan hubungan Indonesia dengan Belanda. “Belanda relatif aman. Makanya kalau sudah disana akan terasa aman dan nyaman. Di sana juga banyak komunitas warga Indonesia. Bahkan, kalau ingin makan nasi goreng di Belanda itu bisa ada di mana-mana,” jelasnya.

Tahun kemarin, lanjut Peter, sebanyak 2.300 mahasiswa Indonesia memilih melanjutkan studi ke Belanda. Mereka menempuh pendidikan kursus kilat (short course), program sarjana (S1), master (S3), hingga doktor (S3). “Paling banyak mengambil program master. Jumlahnya sekitar 60 persen, ya,” terangnya.

Menurut dia, berbagai jurusan dipilih masyarakat Indonesia yang berkuliah di Belanda, antara lain sains, sejarah, hukum, ekonomi, dan lain-lain. “Tidak ada yang khusus dan hampir merata karena semua jurusan di sana bagus-bagus,” katanya.

Peter mengungkapkan, sejumlah perguruan tinggi juga menawarkan program beasiswa dari Pemerintah Belanda. Namun dengan catatan, calon mahasiswa itu sudah diterima salah satu universitas di Belanda terlebih dahulu.

Dia menegaskan, calon mahasiswa yang menempuh pendidikan di Belanda tidak perlu mempersiapkan diri belajar Bahasa Belanda. Belanda menawarkan 2.100 program studi internasional yang pengajarannya berbahasa Inggris penuh. Masyarakat Belanda pun hampir sebagian besar mampu berbahasa Inggris. “Jadi tidak akan kesulitan di dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Salah satu pengunjung yang tertarik kepada pendidikan tinggi di Belanda adalah Samantha Anastasia. Siswa kelas 12 di SMA Khadijah Surabaya ini mengaku bercita-cita melanjutkan studi ke luar negeri. “Orang tua mendukung. Kuliah luar negeri itu bagus dan nyaman,” kata perempuan berjilbab ini.

Samantha mengatakan, persyaratan masuk ke universitas luar negeri bisa dikatakan mudah dibanding masuk perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia. Dia pun berminat memilih jurusan Sains salah satu universitas di Belanda. “Kalau studi luar negeri mungkin mementingkan Bahasa Inggris. Masuk PTN malah susah dan cakupannya kurang luas,” tandasnya. 

Tags: