Orang yang Mengklaim Dirinya Paling NKRI Contoh Radikal dan Ekstrem



Sebarkan :


Views: 114

Yogakarta – Ribuan umat Islam memenuhi Tabligh Akbar yang berlangsung di Masjid Jogokaryan Mantrijeron Yogyakarta dengan tema “Umat Islam Benteng NKRI”. Turut hadir UstadzBachtiar Nasir, Lc (Ketua GNPF-MUI),Ustadz H. Fahri Hamzah (Wakil Ketua DPR RI),Ustadz H. Ismail Yusaanto ( Jubir HTI),Ustadz H, Irfan. S Awwas (Ketua MMI) sebagai pengisi ceramah pada tabligh akbar,Minggu (28/05/2017).

Acara tabligh akbar tersebut dibuka oleh sambutan Ustad KH. Jazir ,ASP. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Islam dengan pelaksanaan syariat islam tidak bisa dipisahkan. Sebab, itu sudah sesuai dengan ajaran islam yang di wahyukan Allah dalam Alquran yang di sampaikan oleh Rassullulah SAW. Maka tabligh akbar kali ini bertujuan untuk memperkuat kembali umat Islam agar tetap kokoh teguh menjalankan syariat dengan baik dan kaffah. Diharapkan tabligh akbar akan membawa manfaaat dan berkah di bukan Ramadhan ini.

Dalam ceramahnya, Ust. Fahri Hamzah (Wakil Ketua DPR RI) mengatakan bahwa sekarang merupakan zamannya perang ilmu, dimana kata-kata menjadi senjata perang tersebut. Pada kesempatan itu pula, ia juga mempertanyakan sikap aparat kepolisian yang melarang membuat live streaming ceramah keagamaan dalam acara Tabligh Akbar kali ini.

“Sekarang kita jamannya perang ilmu, Islam telah menaklukkan dunia dengan pedang. insyaAllah setelah ini Islam menaklukkan dunia dengan ilmu pengetahuan, dengan kata-kata, dengan twitter, dengan facebook, kata-kata itu berdesing seperti berperang saling melawan dan saling beragumen itulah kenyataan baru kita. Jadi jangan takut, streaming terus! Masak orang streaming LGBT saja boleh tapi streaming seperti ini (tabligh akbar) tidak boleh, bagaimana ini?,” tandasnya.

Fahri menyatakan hal itu untuk menanggapi imbauan dari panitia tabligh akbar yang menerima peringatan dari aparat kepolisian agar tidak membuat live streaming acara keagamaan tersebut. Selanjutnya, Fahri mempersilakan pihak-pihak, termasuk jamaah yang hadir pada acara tabligh akbar itu yang ingin membuat live streaming semua ucapannya. Fahri juga berjanji akan menyampaikan larangan ini kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla melalui pesan singkat atau SMS

Sebagai penutup, Ust. Bachtiar Nasir (Ketua GNPF MUI) menyampaikan bahwasannya akhir-akhir ini banyak orang menjadi paling ekstrem dan radikal dengan mengaku dirinya dan kelompoknya adalah yang paling NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Akhir akhir ini ada yang mengaku paling NKRI, paling Bhineka Tunggal Ika, padahal tidak ada yang bisa mengklaim di Indonesia ini dirinya paling NKRI dan paling Bhineka Tunggal Ika. Sebab ini adalah kalimat milik bersama. Hanya bisa terjadi kalau kita semua bersama-sama, tapi kalau ada yang mengaku paling NKRI nah itu paling radikal sebenarnya, ekstrem!,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Ust Bachtiar Nasir juga meluruskan bahwasannya aksi-aksi yang telah berlangsung seperti aksi 411 dan 212 bukanlah aksi yang ditujukan untuk makar. Aksi yang memang simpatisan bergerak karena ingin membela agama dan Al-Quran. Sebab, andai umat islam ingin makar, seketika itu juga selesai.

“Yang mau islam bangkit di indonesia itu Allah SWT, mau diliihat dari sisi apa saja. Secara de facto, aksi 411 Islam kalau memang mau melawan dan mau makar selesai. 212 kalau Islam mau makar juga selesai. Jadi sebenarnya kalau mau jujur kalau de facto sebenarnya siapa yang sedang berkuasa di indonesia ini? Berbicara mengenai de facto, sebanrnya umat islam kapan saja dia mau ambil kekuasaan itu gampang. Namun, umat islam itu sebenarnya cinta damai,” jelasnya.

Diakhir ceramahnya, Ust. Bachtiar Nasir berharap untuk kedepannya umat Islam tidak terpancing oleh gerakan-gerakan sesat, roda keadilan Allah sudah perputar dan berada lah dibelakang roda. Siap siaga, kalau ada kebatilan biarkan saja. (FRD)

Tags: