​Musim Hujan Molor, Produksi Garam Melorot



Sebarkan :


Views: 159

Surabaya-Produksi garam di Kota Surabaya dari tahun ke tahun menunjukkan kemrosotan. Hal ini disebabkan musim yang tidak menentu ditambah molornya musim hujan. Bahkan pada tahun 2016 lalu, produksi garam di Kota Pahlawan tidak sampai pada 1.500 ton.

Sesuai data Pemkot Surabaya menyebutkan bahwa pada tahun 2011 lalu data produksi garam 77.693,78 ton. Tahun 2012 mencapai 140.951,56 ton, dan tahun 2013 menurun yakni 69.666,27 ton. Sedangkan pada tahun 2014 mengalami kenaikan mencapai 117.600,00 ton. Di tahun 2015 sendiri kembali menurun yakni 86.227,38 ton. Data produksi tersebut terun merosot 1.429,09 ton di tahun 2016.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Joestamadji. Menurutnya, kelangkaan garam di Kota Surabaya dikarenakan musim penghujan yang berkepanjangan pada tahun 2016. Dengan begitu Surabaya sendiri tidak bisa produksi. “Imbas musim hujan tahun lalu itu imbasnya ya tahun ini. Adanya garam di pasaran sulit didapat,” katanya, Senin (24/7/2017).

Menurut dia, Pemkot Surabaya juga memiliki koperasi petambak garam yang tugasnya langsung mengkoordinasikan kepada para petani garam. Koperasi petambak garam tersebut untuk memfasilitasi dan menjualnya ke perusahaan-perusahaan dan juga pengepul. “Setahu saya di gudang (koperasi garam, red) juga kosong,” terangnya.

Joestamadji mengatakan, saat ini para petani garam di Surabaya sudah melakukan persiapan produksi garam. “Sekarang ini persiapan membuatnya tapi belum jadi. Karena awal membuatnya ini baru seminggu kemarin dan baru jadi dua bulan kedepan,” ujarnya.

Tags: