Menteri ESDM Resmikan Sumur Bor di Sulut.



Sebarkan :


Views: 31

Manado- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, sumber daya air termasuk di dalamnya air tanah adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus disyukuri karena merupakan bagian yang cukup penting dalam menunjang aktivitas kehidupan sehari-hari bagi mahkluk hidup di dunia.

“Pemerintah perlu mengupayakan pemanfaatan sumber air tanah melalui eksplorasi dan pembangunan sumur bor air tanah yang secara hidrogeologis masih memungkinkan dijumpai kandungan air tanah dalam jumlah cukup memadai,” kata Ignasius Jonan pada peresmian lima sumur bor bagi masyarakat sulit air di Sulawesi Utara (Sulut) yang dipusatkan di Desa Warisa Kampung Baru Kecamatan Talawaan, Minahasa Utara, Sabtu (21/10).

Kelima sumur bor tersebut terletak di Desa Warisa Kampung Baru Kecamatan Talawaan Minahasa Utara, Desa Maen Kecamatan Likupang Minahasa Utara, Desa Teling, Kecamatan Tombariri Minahasa, Desa Pinapalangkow ,Kecamatan Suluun Tareran, Minahasa Selatan, dan Kelurahan Lirang, Kecamatan Lembeh Utara, Kota Bitung.

Hadir dalam acara peresmian itu Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Anggota DPR dari Fraksi PAN Bara Hasibuan, Anggota DPD Marhany Pua, Sekretaris Kabupaten Minahasa Utara Jemmy Kuhu.

Dikatakan, Kementerian ESDM sejak tahun 2007 hingga 2009 telah membangun 28 buah sumur bor air tanah beserta fasilitasnya di wilayah Povinsi Sulawesi Utara..

Ignasius menambahkan, di Sulawesi Utara masih terdapat beberapa lokasi yang mengalami kesulitan untuk mendapat air bersih, sehingga pada tahun 2018 Kementerian ESDM akan mengalokasikan delapan sumur bor untuk program kegiatan pengeboran air tanah di wilayah yang mempunyai potensi untuk dilakukan pengembangan pemanfaatan air tanah sesuai dengan kondisi geologi.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengapresiasi perhatian Menteri ESDM kepada masyarakat Sulawesi Utara yang merupakan bentuk kepedulian dari pemerintah pusat bagi kemajuan pembangunan daerah dan masyarakat di daerah Sulawesi Utara.

Dikatakan, peningkatan jumlah penduduk dan intensitas kegiatan ekonomi yang tidak diimbangi dengan ketersediaan air yang memadai serta masih terjadinya pembukaan lahan guna keperluan perluasan daerah pertanian, perkebunan, permukiman dan industri juga kurangnya pengelolaan sumber daya air yang terpadu dan konseptual, masih menjadi bagian dari dinamika bersama.

"Daerah Sulawesi Utara masih memiliki banyak daerah dan daerah kepulauan yang sangat sulit mendapatkan air sehingga sangat membutuhkan akan sumur bor,” kata Olly.

Sumber: Berita Satu.com 

Tags:

#SulawesiUtara #SumurBOR