Menteri BUMN, Rini Sumarno Minta RKB Diperbanyak



Sebarkan :


Views: 122

Yogyakarta- Menteri BUMN, Rini Sumarno mengunjungi Rumah Kreatif BUMN (RKB) Yogyakarta yang berada di Wisma BRI lantai 2, Jalan Sagan Timur No.123 Yogyakarta, Sabtu (24/02/2018).

Dalam kunjungannya Rini mendapat sambutan dengan pengalungan kain oleh perwakilan RKB. Setelah mendapatkan kain, Rini diajak untuk melihat beberapa karya dari Rumah Kreatif BUMN.

Rini mengaku cukup terkesan dengan RKB Yogyakarta yang dikelola secara baik oleh Bank BRI Yogyakarta. Dari dialog, ada pelaku UKM dengan produk tepung tempe (mendoan) yang omsetnya melesat tinggi dari awalnya Rp 5 juta perbulan menjadi Rp 185 juta perbulan, setelah bergabung dengan RKB. Selain itu ada desainer animasi yang video klip nya dibeli musisi Prancis.

Ia beranggapan bahwa RKB yang berada di Yogyakarta ini menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.

"Kami sudah membangun rumah kreatif sebanyak 183 di kabupaten kota, tetapi menurut saya rumah kreatif BUMN di Yogyakarta ini menjadi salah satu yang terbaik. Kita ingin mereplika RKB Yogyakarta ini ditempat-tempat lain," katanya.

Rini meminta agar diperbanyak Rumah Kreatif BUMN di Indonesia yang saat ini jumlahnya 183 buah. Menurutnya, peran RKB terbukti mampu membantu UKM-UKM di Indonesia 'naik kelas' dengan memanfaatkan teknologi digital.

Sementara itu, Managing Director (CEO) RKB Yogyakarta, Hanitianto Joedo mengatakan ketika bergabung dengan RKB, para pelaku UKM diajari dan didampingi untuk mengembangkan usahanya memanfaatkan teknologi digital. Selain itu diajari mengelola keuangan dengan baik, cara memasarkan dan pendistribusian produk secara online bekerja sama dengan 'blanja.com'.

"Komitmen kami, para pelaku UKM di DIY bisa go modern, go digital, go online," ujarnya.

Menurut Joedo, saat ini ada 42.900 pelaku UKM yang bergabung dengan RKB Yogyakarta, namun yang serius baru 800 UKM. Secara intensif para pelaku UKM dibekali pengetahuan internet marketing dengan menghadirkan pembicara dari facebook, lazada dan lain-lain untuk berbagai ilmu.

"Target utamanya para pelaku UKM bisa memasarkan produknya secara online dan memiliki web sendiri," terangnya.

Tags: