Menpar Optimistis Hot Deals Kepri 2018 Dongkrak Kunjungan Wisman



Sebarkan :


Views: 32

Batam - Berkaca dari sukses Hot Deals 2017, tahun ini Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya kembali meluncurkan program Hot Deals Kepri 2018 di Batam, Kamis (19/4). Jika tahun lalu paket yang terjual sekitar 105.000 paket, kali ini Menpar menaikan jumlah penjualan paket sampai 500.000. Paket yang ditawarkan hanya khusus untuk menggaet wisatawan mancanegara (wisman).

Paket dalam program Hot Deals juga beragam, dengan harga yang super murah. Semisal ada paket dua hari satu malam menjelajah Batam seharga USD 29 atau hanya sekitar Rp 300.000 per paket.

Dikatakan Menpar, program ini sebagai salah satu langkah strategis dalam mendukung pencapaian target kunjungan 17 juta wisman, terutama di wilayah cross border di Kepulauan Riau (Kepri).

Arief Yahya menjelaskan, paket hot deals diterapkan dengan konsep menjual excess capacity dengan memberikan diskon yang besar sehingga mendorong wisman berkunjung. Setidaknya jika semula calon wisman tidak ada rencana untuk melakukan perjalanan, tawaran diskon besar bisa mendorong mereka untuk melakukan perjalanan wisata ke Indonesia.

Berkaca dari tahun lalu, Menpar mengapresiasi keberhasilan uji coba di Kepri dengan melibatkan komponen pelaku usaha yang bergerak di unsur 3 A (Aksesibilitas, Atraksi, dan Amenitas) yaitu penyelenggara transportasi (pengusaha fery), akomodasi (hotel dan restoran) dan atraksi (spa, golf, dan atraksi lainnya). Terbukti program sukses menjual sebanyak 105.000 paket Hot Deals atau mencapai 100%.

"Kunci sukses uji coba Hot Deals di Kepri dengan memberikan diskon besar. Tiket feri diskon hingga 60%, atraksi hingga 50%, dan akomodasi hotel 8%. Maka tahun ini harus kita tingkatkan akselerasinya melalui 500.000 paket” kata Arief Yahya, Kamis (19/4) di Batam.

Menpar juga mengatakan, pemerintah (Kempar) bersama stakeholerpariwisata menerapkan tiga strategi agar target kunjungan 17 juta wisman tahun ini dapat tercapai. Ketiga strategi tersebut adalah memberikan insentif kepada airlines, program Hot Deals ViWI (Visit Wonderful Indonesia) 2018, serta digital marketing platform competing destination model (CDM).

Menpar menjelaskan CDM adalah teknologi baru untuk merancang konten iklan yang relevan dengan perilaku dari masing-masing segmen wisman.

Sementara memberikan insentif kepada airlines untuk melakukan bundling tiket atau sebagai More for Less (you get more, you pay less)diharapkan akan mendapatkan tambahan sebanyak 1,5 juta wisman. Program Hot Deals ViWI 2018 yang diinisiasi 18 stakeholder pariwisata mendapat 2,5 juta wisman, dan digital marketing platform CDM 1 juta wisman.

Ditambahkan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, tahun ini BP Batam akan mendukung program Hot Deals Kepri 2018. Lukita menyakini sektor pariwisata bisa mendukung pencapaian devisa Batam yang kian tahun merosot.

"Selama ini BP Batam memang tidak pernah melirik sektor pariwisata sebagai pemasukan ekonomi. Tapi sekarang saya yakin jika sektor pariwisata di Batam berkembang dan banyak dikunjungi wisman, maka pertumbuhan ekonomi Batam bisa membaik," kata Lukita saat ditemui di BP Batam.

Setelah program hot deals kunjungan wisman ke Kepri menurut data BPS pada Januari-Desember 2017 mencapai 2.074.534 kunjungan atau naik 8,04 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya berjumlah 1.920.232 orang. Kunjungan wisman ke Kepri didominasi oleh wisatawan Singapura mencapai 51,17 persen dengan memiliki Batam dan Bintan sebagai destinasi favorit mereka.

Sumber: BeritaSatu.com

Tags: