Menhub: 2024, MRT Jakarta Seluruhnya Terhubung



Sebarkan :


Views: 30

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemhub) menargetkan Mass Rapid transit (MRT) Jakarta lintas Utara-Selatan dan Barat-Timur (Ujung Menteng-Kembangan) senilai total Rp 80 triliiun beroperasi seluruhnya pada 2024. Pada saat itu, moda transportasi publik ini diproyeksikan melayani 1 juta penumpang per hari.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjelaskan, pihaknya optimistis target 2024 itu bisa tercapai dan sudah meminta pemegang proyek, yakni PT MRT Jakarta untuk merealisasikannya. Pada tahap awal, MRT Utara-Selatan segmen Lebak Bulus-Bundaran HI siap dioperasikan pada Maret 2019.

"Untuk fase 1 ini progresnya sudah 94%. Sedangkan fase 2 (Utara-Selatan segmen Bundaran HI-Kampung Bandan) diharapkan mulai dikerjakan Desember 2018 dan selesai sekitar dua tahun. Kedua fase ini biayanya sekitar Rp 40 triliun," ungkap Budi di sela peninjauan ke depo MRT Lebak Bulus, Jakarta, Minggu (1/7).

Dia menambahkan, untuk lintas Timur-Barat, pihaknya mengutamakan segmen Kembangan-Ujung Menteng terlebih dahulu sepanjang 27 kilometer (km) yang ditargetkan dimulai pada akhir 2020 atau paling lambat pada awal 2021. Segmen ini diharapkan selesai selambat-lambatnya pada 2024 dan ditaksir menelan biaya sekitar Rp 40 triliun. Setelah itu, pemerintah berencana menyambungkan lintas Timur-Barat itu hingga ke Cikarang, Jawa Barat.

Menhub meyakini, setelah Indonesia memiliki pengalaman membangun MRT Jakarta tahap 1 fase 1 segmen Lebak Bulus Bundaran HI, maka ke depannya pengerjaan proyek MRT sejenis bisa lebih cepat dilakukan. Karena itu, dia mencanangkan target penyelesaian seluruhnya pada 2024.

"Kan kaya orang belajar, MRT ini nanti kencang banget pergerakannya karena semuanya sudah tahu, tidak meraba-raba. Nanti fase kedua komposisi kita lebih besar, komponen lokal juga lebih besar. Sekarang itu konstruksinya 50-50 antara Jepang dan Indonesia, nanti kita harapkan lebih besar," terangnya.

Budi Karya menaksir, jumlah penumpang MRT pada 2024 sekitar 1 juta orang per hari yang terdiri atas 400.000 penumpang per hari pada lintasan Utara-Selatan dan sisanya sekitar 600.000 penumpang per hari diangkut MRT Barat-Timur.

Budi menambahkan, jumlah keseluruhan penumpang kereta api (KA) di Jakarta dan sekitarnya bisa mencapai 5 juta orang per hari pada 2024. Angka tersebut terdiri atas penumpang MRT 1 juta penumpang, KRL Jabodetabek 2,5 juta, dan sekitar 1,5 juta penumpang per hari lainnya menumpangi light rail transit (LRT).

"KRL kalau sekarang 1,1 juta penumpang, nanti mungkin bisa 2,5 juta penumpang karena pada saat itu headwaynya hanya 2-3 menit. LRT Jabodebek melayani sekitar 400.000 penumpang per hari. Kalau ada empat LRT ada sekitat 1 juta lebih penumpang per hari yang terlayani," pungkasnya.

Sumber: BeritaSatu.com

Tags: