Masjid Bukan Tempat Kampanye dan Menyebarkan Faham Radikal



Sebarkan :


Views: 35

Bekasi-Halal bihalal dan deklarasi menolak radikalisme dan berkampanye politik agama di masjid yang digelar oleh DKM Jami' AT-Taqwa dan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Bekasi, Selasa (3/7/2018) menghadirkan pencermah KH. Akib Anashofari, Lc dan KH. Drs Usman Husen, M.Pd.

KH. Akib Anashofari, Lc menyampaikan bahwa tema halal bihalal dan deklarasi Tingkatkan Keimanan dan Ketaqwaan Kepada Allah SWT, Tolak Radikalisme Dan Berkampanye Politisasi Agama Di Masjid merupakan tema yang sangat bagus.

Dihadapan jamaah yang hadir KH. Akib mengatakan bahwa setiap manusia memiliki ilmu gunanya untuk mengetahui mana yang haq dan yang mana bathil untuk menuju kebahagiaan didunia dan di akhirat oleh karena itu jangan bosan ngaji untuk mencerdaskan hati dan memahaminya. "Jangan mengobok ngobok aqidah sesama umatnya maka ia akan masuk neraka" kata tokoh agama masjid Jami' AT-Taqwa bekasi ini. 

KH. Akib, juga mengajak Jama'ah untuk tidak meninggalkan kewajiban sebagai umat muslim. "Jangan meninggalkan sholat, walaupun kita banyak harta jangan bangga meninggalkan sholat, semua tidak ada artinya. Ciptakan hidup sehat jasmani dan sehat rohani juga sehat ekonomi" ajak KH. Akib.

Sementara, KH. Drs Usman Husen, M.Pd salah satu Ulama Masjid Jami AT-Taqwa dalam tausyiahnya mengatakan, umat Islam harus mampu menjaga kesucian masjid dari segala bentuk kegiatan berpaham radikalisme yang mengakibatkan perpecahan umat Islam.

"DKM dan umat Islam harus dapat menjaga lingkungan masjid dari paham radikalisme dan berkapanye politik praktis di masjid. Karena masjid sebagai rumah Allah sebagai tempat beribadah umat Islam tempatnya pembinaan umat Islam tempat syiar umat Islam" tegas KH. Husen.

KH. Husen juga meminta dan mengajak umat Islam siapapun, dari partai manapun jangan membawa benderanya untuk berkampanye politik praktis di masjid, karena itu para ustadz, takmir masjid dan DKM harus memberikan pencerahan kepada jamaahnya. "Masjid itu fungsinya sebagai tempa beribadah kepada Allah SWT, tempat belajar politik tapi bukan untuk digunakan berkampanye mengarahkan kepada paslon pasangan tertentu, ini dilarang keras karena dapat mengakibatkan perpecahan umat Islam" tegasnya

"Masjid sebaiknya harus ciptakan susana yang damai karena masjid sebagai rumah Allah semua umat islam bersatu di masjid, untuk mengabdi kepada Allah SWT, karena agama Islam merupakan agama Rahmatan Lillalamin" tandas KH. Husen.

Tags: