Malaysia, Filipina dan Indonesia Berpatroli Udara Bersama di Laut Sulu



Sebarkan :


Views: 34

Kuala Lumpur - Malaysia, Indonesia dan Filipina meluncurkan patroli udara bersama atau Trilateral Air Patrol (TAP)pada Kamis (12/12). Patroli ini digelar untuk memantau dan menanggapi aktivitas yang mencurigakan di perairan Laut Sulu yang dikenal dengan gerakan teroris.

Menteri Pertahanan Senior Singapura Mohamad Maliki Osman dan Wakil Menteri Pertahanan Brunei Abdul Aziz juga turut hadir dalam peluncuran patroli udara bersama ini sebagai pengamat. Patroli udara ini melengkapi patroli maritim bersama atau Trilateral Maritime Patrol (TMP) di Laut Sulu yang diluncurkan tiga negara di Tarakan pada Juni 2017.

Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan upaya tiga negara diperlukan mengingat ada upaya pengaktifan domain maritim oleh organisasi teroris sebagai basis operasi.

"Implementasi TAP mengikuti peluncuran Patroli Maritim Trilateral Indomalphi (TMP) untuk memerangi kekerasan. TMP ditujukan untuk memastikan militan termasuk Negara Islam (ISIS) tidak akan menggunakan Laut Sulu untuk mengganggu ketiga negara dan juga untuk mengatasi pembajakan, penculikan dan perampokan bersenjata," kata Hishamuddin.

Filipina, khususnya, telah melihat dampak dari bangkitnya militansi di wilayah tersebut . Pengepungan selama sebulan di Marawi City telah dilancarkan kelompok milisi Maute yang terinspirasi oleh milisi kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Peluncuran patroli udara tersebut dilaporkan memang sempat tertunda akibat kekerasan di Marawi.

Namun Menteri Pertahanan Nasional Filipina, Delfin Lorenzana mengatakan, Patroli Udara Trilateral mengizinkan dilakukannya pengawasan yang lebih baik terhadap gerakan ekstremis di wilayah tersebut.

"Efek dari patroli ini adalah kita bisa mencegah pihak lain masuk dan juga melarikan diri karena banyak anggota milisi adalah juga orang Malaysia dan Indonesia dan dari Timur Tengah," kata Lorenzana.

Hishammuddin menambahkan ASEAN sekarang juga harus menangani kembalinya anggota milisi asing yang melarikan diri dari tindakan keras terhadap aktivitas mereka di Timur Tengah.

Tags:

#patroliudara #indonesia #malaysia #filipina