​Mahasiswa Lampung Dukung Perppu Ormas



Sebarkan :


Views: 151

Lampung-Munculnya gerakan-gerakan radikal yang bertentangan dengan idiologi bangsa dan mulai lunturnya rasa toleransi dan persaudaraan yang terjadi pada saat ini. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Lampung Utara menggelar diskusi publik, Jumat (14/7/2017).

Dalam diskusi publik dengan tema ‘Teloransi dan Keberagaman Pilar Pemersatu Bangsa’ dihadiri akademisi dan Pondok Pesantren.

Ketua PMII cabang Lampura, Aris Tama saat dikonfirmasi awak media mengatakan bahwa selaku generasi bangsa PMII merasa prihatin atas gejala-gejala yang menandakan lunturnya semangat persatuan dan kesatuan elemen bangsa. Rasa toleransi dan kebhinekaan sudah mulai terkikis. "Ya kita prihatin dan kuatir , paska pesta politik di Jakarta yang bisa berimbas pada perpecahan antar sesama anak bangsa," tutur dia.

Aris juga mengatakan, belum lagi banyaknya gerakan-gerakan radikal yang muncul justru bertentangan dengan idiologi bangsa. "Kita PMII menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI hingga tetes darah terakhir. Pancasila dan NKRI harga mati," tegas Aris.

Menurutnya, PMII secara organisasi mendukung pemerintah dalam membuat peraturan pengganti undang-undang (Perppu) untuk membubarkan organisasi- organisasi yang bertentangan dengan Pancasila.

Aris mengajak segenap anak bangsa menjaga persatuan. “Mari kita segenap anak bangsa terutama kalangan muda tetap menjaga rasa persaudaraan dan persatuan dengan saling menghargai dan menghormati satu sama lain dengan tidak membedakan suku, ras agama dan lainnya," kata Aris.

Terkait apakah organisasi “terlarang” telah masuk di kabupaten Lampura. Aris mengatakan bahwa hal itu belum bisa dipastikan keberadaannya. Yang pasti PMII menyeru setiap elemen bangsa untuk waspada akan gejala-gejala perpecahan.

Dalam diskusi publik itu, PMII Lampura juga mengadakan pengumpulan seribu tanda tangan untuk mendukung langkah pemerintah menerbitkan Perpu pembubaran Organisasi yang bertentangan dengan Pancasila.

Tags: