​Mahasiswa ITS Pelajari Pencegahan Krisis Air Dunia di Singapura



Sebarkan :


Views: 16

Surabaya-Krisis air dunia menjadi perhatian masyarakat global, termasuk Indonesia dan Singapura. Oleh karenanya, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berkunjung ke PUB Newater Singapura untuk mempelajari cara pencegahan krisis air. PUB Newater merupakan pusat sistem pengelolaan air minum terbesar di Singapura.

Di negeri Singa ini, air merupakan segalanya. Walau bisa dibilang minim sumber daya alam, Singapura nampaknya berupaya dengan segala cara memaksimalkan air untuk kehidupan dan pembangunan. Bintang Ayu Nuraeni, pendamping IO ITS mengatakan bahwa kunjungan ke PUB Newater Singapura sangat penting dan mengesankan dalam hal memanajemen air untuk masa kini dan mendatang. “Kunjungan ini juga akan menyadarkan mahasiswa ITS bahwa Indonesia bisa saling belajar dan berkontribusi dalam hal tenaga dan pikiran dalam pengelolaan air,” jelas Bintang dalam pers rilis yang diterima mediainfo, Selasa (14/11/2017) kemarin.

Di tempat destinasi ini, kata Bintang, air menjadi ikon wisata yang sangat diminati. Banyak suguhan wisata air melalui berbagai bentuk dan wujudnya. Perpaduan antara pipa, air dan cahaya membuat suasana ruangan wisata membuat pengunjung tidak bosan. Hal ini dibuktikan banyaknya pengunjung. “Menariknya lagi, di dalam area wisata edukatif ini ada permainan yang menyenangkan dan mendidik. Seperti misalnya water heroes. Mainan tersebut menggugah inspirasi bagi siapasaja untuk bisa menjadi pahlawan air,” terangnya. Tak hanya itu, di akhir sesi kunjungan juga diputar video tentang air dan bagaimana setiap pengunjung mau menjadi seseorang yang berkomitmen dalam pengelolaan air dimanapun dan sampai kapanpun.

Setelah mengikuti kunjungan ini, Mahasiswa ITS juga tampak berkesan. Brian Nararya Nugraha, misalnya. Mahasiswa jurusan Teknik Sipil, menyatakan bahwa di PUB Newater sangat banyak sekali inovasi tentang air. “Bila diterapkan di Indonesia, tentunya semangat inovasi tersebut akan sangat berguna bagi masyarakat dan dunia dalam mengatasi masalah krisis air dunia,” ungkapnya.

Rasendriya Zahra Nabilah, mahasiswi Manajemen Bisnis ITS juga berkesan tentang penjelasan yang diberikan. “Di sini membuat saya terngiang akan Indonesia. Sumber Daya Alam yang melimpah akan membuat rakyatnya sejahtera apabila pengelolaannya juga sempurna,” ungkapnya. “Oleh karena itu, sudah menjadi tugas kita semua dimulai dari diri sendiri untuk berusaha memanfaatkan dan mengelola air dengan sebaik-baiknya untuk masa depan generasi kita,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Sub Unit Promosi dan Humas ITS, Choirul Mahfud menerangkan bahwa alasan dan motivasi mahasiswa ikut studi ekskursi ini selain untuk memperoleh wawasan internasional, juga ingin jalan-jalan di tengah aktivitas kuliah yang padat. “Mahasiswa ITS sangat antusias ke Singapura karena negeri Singa termasuk negara maju yang inspiratif bagi generasi milenial,” imbuhnya.

Pada tahun 2017, lanjut Choirul, agenda internasional yang diselenggarakan oleh international office ITS ini sangat diminati hingga diselenggarakan sebanyak 4 kali kunjungan ke Singapura. “Mungkin selain dekat dari Indonesia, dipilihnya Singapura sebagai tujuan studi ekskursi ini juga karena ada banyak pelajaran yang bisa diambil bagi kita. Terutama, tentang pengembangan tata kota, wisata, teknologi, lingkungan, transportasi dan lainnya,” jelas Choirul.

Choirul menambahkan bahwa kunjungan kali ini dilakukan selama 5 hari dimulai pada 13-17 November 2017. Beberapa destinasi yang dikunjungi yaitu perpustakaan nasional Singapura, kampus Nanyang Technology University dan ikon wisata dan inovasi teknologi lainnya. “Program studi ekskursi milenial mahasiswa ITS ini dimaksudkan untuk menambah pengalaman, wawasan dan inspirasi bagi mahasiswa dan sivitas akademika di era global. Semoga bermanfaat bagi generasi penerus bangsa,” pungkasnya. 

Tags: