​Mahasiswa ITS Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut



Sebarkan :


Views: 189

Surabaya-Empat mahasiswa Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembangkan konsep pembangkit listrik tenaga gelombang laut sebagai penggerak turbin untuk mendapatkan listrik yang diberi nama Indonesia Tidal Power (INTIP).

Mereka adalah Muhammad Rifky Abdul Fattah,Ghufron Fawaid, Pinanggih Rahayu dan Aniq Jazilatur. “Dengan memanfaatkan gelombang laut sebagai pembangkit listrik atau disebut dengan Oscillating Water Column (OWC), Dampaknya, rasio elektrifikasi nasional akan merambat naik sehingga pulau terpencil di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar dapat turut mendapatkan akses listrik,” tutur Muhammad Rifky Abdul Fattah, koordinator INTIP Kamis (4/1/2018).

Mahasiswa asal Kalimantan ini menjelaskan pengaplikasian teknologi pembangkit energi listrik tenaga ombak ini diletakkan di pesisir laut. Namun, Oscilating Water Column masih memiliki tingkat efisiensi yang masih rendah untuk mensuplai udara ke generator. Sehingg, Abdul dan tim membuat inovasi pembangkit listrik sistem kombinasi tenaga gelombang laut tipe Oscilating Water Column dan angin yang memanfaatkan sistem katup.

"Pembangkit inovatif ini diberi nama Indonesia Tidal Power (INTIP) dari hasil pengujian, nilai tegangan yang dihasilkan INTIP mengalami peningkatan sebesar 24 persen dibandingkan dengan teknologi konvensional. Sistem katup INTIP membuat sistem searah, sehingga terdapat celah udara bertekanan yang mengalir dengan bebas. Kemudian kami manfaatkan udara bertekanan tersebut untuk menggerakan pembangkit listrik tenaga angin,” urainya.

Abdul berharap, inovasi yang mereka tawarkan ini mampu membantu memenuhi kebutuhan listrik di daerah 3T dengan lokasi di sekitar pesisir. "Semoga krisis energi listrik, bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau tertinggal, terdepan dan terluar (3T) terhadap kebutuhan energi listrik mampu terpenuhi dengan pembangkit listrik yang ada sekarang," tandasnya.

Tags: