Magelang Miliki KPAD Pertama di Jawa Tengah



Sebarkan :


Views: 18

Magelang- Pemkot Magelang mengukuhkan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Magelang masa bakti 2017-2022. Komisi yang diklaim pertama di Provinsi Jawa Tengah ini lahir berdasarkan UU No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan Perda No 13 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Pengukuhan dilakukan Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina, dan Ketua DPRD Kota Magelang, Budi Prayitno, di sela Kampanye Berlian di Wiworo Wiji Pinilih, Sabtu (2/12). Turut menyaksikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dr Yohana Susiana Yambise, Sekretaris Menteri KPPA Dr Pribudiharta Nur Sitepu, Komisi VIII DPR RI KH Drs Khoirul Muna, dan Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati MA.

Yohana Yambise dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangganya pada Kota Magelang yang telah memiliki KPAD. KPAD dinilainya melengkapi upaya Pemkot Magelang dalam menghilangkan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kota Magelang saya rasa sudah lengkap, predikat Kota Layak Anak, ada Perda Perlindungan Anak, RW Ramah Anak, dan ke depan ada RT Ramah Anak. Sekarang KPAD yang dapat membantu upaya menghilangkan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ungkapnya.

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati MA mengapresiasi terbentuknya KPAD Kota Magelang yang merupakan KPAD pertama di Provinsi Jawa Tengah. “Penguatan perlindungan anak perlu terus diupayakan. Di antaranya dengan proses pengawasan dan pembuatan kebijakan yang tepat untuk pencegahan, penanganan dan rehabilitasi kasus-kasus kekerasan terhadap anak,” kata Rita.

Menurutnya, hadirnya KPAD akan menguatkan upaya perlindungan anak dari kekerasan di Kota Magelang. KPAI juga mengapresiasi inisiasi KH Khoirul Muna, komisi 8 DPR RI yang berasal dari Kota Magelang untuk menjembatani pendirian KPAD dengan pemerintah daerah Kota Magelang.

“Komitmen Gus Muna dalam membangun perlindungan anak perlu menjadi contoh bagi wakil rakyat lainnya untuk membangun masyarakatnya melalui penguatan kelembagaan KPAD,” tambah Rita.

Wakil Walikota Magelang Dra Windati Agustina mengemukakan, upaya yang dilakukan Pemkot Magelang untuk melindungi anak dilaksanakan secara maksimal, baik melalui penguatan kelembagaan maupun partisipasi masyarakat. “Upaya ini dilakukan dengan tujuan meminimalisir dan agar kekerasan terhadap anak tidak terjadi,” ujarnya.

Lima anggota KPAD Kota Magelang yang dikukuhkan adalah Wiwik Darwiyanto (Ketua) asal Kelurahan Potrobangsan, Walangitan Zusana asal Kelurahan Kedungsari, Hardian Angga Firmansyah asal Kelurahan Kramat Selatan, Nesia Aprilina Putri asal Kelurahan Wates, dan Novan Dwi Heryanto asal Kelurahan Potrobangsan.

Tags: