Laga Derby DIY Rengut 1 Nyawa



Sebarkan :


Views: 38

Bantul- Aksi kekerasan yang berbuntut pada meninggalnya Muhammad Iqbal (17) pada laga derby DIY antara tuan rumah PSIM Yogya kontra PSS Sleman yang diselenggarakan di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul pada Kamis (26/07/2018), menjadi catatan hitam yang meninggalkan duka bukan hanya bagi keluarga korban serta kerabat yang ditinggalkan, namun juga segenap insan sepakbola tanah air.

Ketua Panpel PSIM, Wendy Umar menyampaikan duka cita mendalam atas insiden yang menimpa Muhammad Iqbal. Panpel PSIM secara resmi menyampaikan duka cita atas insiden yang merenggut nyawa penonton tak bersalah tersebut.

“Kami menyampaikan bela sungkawa mendalam atas kematian Mas Muhammad Iqbal setelah pertandingan PSIM melawan PSS. Kami sangat menyesalkan dan prihatin atas apa yang dialami saudara kita, Muhammad Iqbal,” ungkap Wendy, Jumat (27/07/2018)

Menurutnya Panpel telah berusaha keras agar jalannya pertandingan dapat berjalan tertib dan aman. Termasuk dengan menambah personel keamanan dari kepolisian sejumlah 400 personel menjadi 1.000 lebih personel baik dari Polres Bantul maupun Polda DIY.

Bupati Bantul, Suharsono mengaku prihatin dengan kerusuhan di Stadion Sultan Agung yang sampai merengut korban jiwa. Ia berjanji akan mengevaluasi izin penyelenggaraan pertandingan.

Sejauh ini, menurut Suharsono, pengkajian ulang ini bisa saja menjadikan laga-laga yang berpotensi menimbulkan gesekan tidak diberi izin termasuk PSIM dan klub lain yang memakai SSA.

Suharsono tidak ingin lagi kecolongan. Oleh karena itu, izin harus diberikan secara selektif.

"Izin tetap bisa diberikan untuk pertandingan, tetapi harus selektif dan tidak sembarangan. Misal klub dengan pendukung rusuh atau jadi musuh bebuyutan tidak boleh main dengan alasan keamanan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, berbagai pihak perlu memikirkan untuk penghentian sementara pertandingan sepak bola di stadion di DIY sampai penonton benar-benar tidak membuat keributan. Saran itu disampaikan karena setiap kali ada pertandingan sepak bola di DIY selalu menimbulkan masalah.

"Kalau perlu dijeda [dihentikan sementara] dululah pertandingan sepak bola di DIY sampai kondisi penonton tidak berbuat onar. Dijeda dulu, kita pikirkan bagaimana cara mengatasi supaya tidak ada korban," ucapnya

Tags: